NATO Dukung Serangan Baru AS ke Iran
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 01:45 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SANKARA - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah berakhir.
“Ini pertanyaan yang sangat menarik bagi saya. Saya rasa itu sudah berakhir. Saya tidak ingin berurusan dengan mereka (Iran) lagi. Mereka sampah,” kata Trump kepada wartawan di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.
Nota kesepahaman Islamabad, yang terdiri atas 14 poin kesepakatan antara Iran dan Amerika Serikat, mulai berlaku pada 18 Juni setelah ditandatangani secara elektronik oleh Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden AS Donald Trump.
Penandatanganan MoU itu dilakukan setelah ketegangan di kawasan, yang dipicu oleh serangan AS dan Israel terhadap Iran, berlangsung beberapa pekan.
Dalam nota kesepahaman tersebut, Pasal 1 mengatur gencatan senjata dan penghentian operasi militer.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemudian, Pasal 4 membahas front Lebanon dan mengatur penarikan pasukan Israel, sementara Pasal 5 mengatur pelayaran sementara dan koordinasi keamanan di Selat Hormuz.
Pasal 10 dan Pasal 11 masing-masing mengatur ekspor minyak Iran dan akses terhadap aset Iran yang dibekukan.
Bereaksi Tegas
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Antlantik Utara atau North Atlantic Treaty Organization (NATO) Mark Rutte, Rabu, secara terbuka mendukung serangan baru AS terhadap Iran, menyebutnya “benar-benar diperlukan” dan menuduh Teheran melanggar gencatan senjata.
Pada Selasa (7/7), militer AS melaporkan serangan terhadap lebih dari 80 target di Iran. Washington mengatakan operasi tersebut sebagai tanggapan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz. Iran, pada gilirannya, menuduh AS melanggar gencatan senjata.
“Saya pikir itu benar-benar diperlukan, karena ketika ada gencatan senjata dan Iran pada dasarnya melanggar gencatan senjata... Saya pikir sangat penting bahwa AS bereaksi dengan tegas,” kata Rutte kepada wartawan di KTT NATO di Ankara.
Negara-negara sekutu kata Rutte juga bermaksud untuk menegaskan kembali pada KTT tersebut bahwa Iran tidak boleh pernah memiliki kemampuan nuklir. “Para pemimpin NATO juga diharapkan untuk sekali lagi menyerukan pemulihan kebebasan navigasi penuh melalui Selat Hormuz,” katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!