Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 15:50 WIB | Oleh:
Tiga Santri Diduga Dibakar Senior di Lombok Tengah, Satu Meninggal Dunia. Belum Ada Tersangka Doc: antara foto
Ket. Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/7).

JAKARTA - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengungkapkan bahwa dua santri korban pembakaran di lingkungan pondok pesantren di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mengalami kendala biaya untuk pengobatan. Selain itu, sejauh ini belum ada tersangka yang ditetapkan oleh aparat meski salah satu korban telah meninggal dunia.

"Keluarga masih fokus pemulihan fisik korban, namun masih terkendala biaya. Info yang didapat ada hambatan penggunaan dana BPJS," kata Anggota KPAI Diyah Puspitarini saat dihubungi di Jakarta, Rabu (8/7).

Pihaknya mendesak Dinas Kesehatan setempat dan BPJS Kesehatan untuk bersedia memberikan bantuan pembebasan biaya pemulihan atas luka bakar parah yang diderita kedua korban.

"KPAI mendesak Dinas Kesehatan setempat dan BPJS agar memberikan bantuan pembebasan biaya perawatan untuk anak-anak korban kekerasan fisik, karena mereka harus mendapatkan pertolongan dan rehabilitasi medis sesegera mungkin, terutama dalam kasus ini, anak sampai dibakar dan menderita disabilitas permanen," kata Diyah Puspitarini.

Sebelumnya, tiga santri menjadi korban pembakaran yang diduga dilakukan oleh seorang santri senior di lingkungan Pondok Pesantren Rosyidatushaulatiyyah Al Ibrahimy di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Desember 2025.

Akibat peristiwa nahas itu, satu korban akhirnya meninggal dunia, dan dua korban lainnya mengalami luka bakar parah.

Kedua korban saat ini terkendala biaya untuk pengobatan atas luka berat yang dideritanya. Proses hukum kasus ini masih ditangani oleh Polres Lombok Tengah dan Polda NTB. Belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
  • Pariwisata Indonesia Siap Naik Kelas! Kemenpar Perluas Jejaring Bisnis hingga India
    Langkah proaktif Kementerian Pariwisata melalui Sales Mission Pune ...
  • Jakarta Didorong Jadi Pusat Industri Kopi Nasional, Libatkan 193 Ribu Pelaku Usaha
    Membaca artikel yang sangat komprehensif ini, saya merasa ...
  • Gunung Anak Krakatau Terus Erupsi, Jakarta Kena Sebaran Abu Vulkanik
    Sangat mungkin terjadi erupsi yg lebih besar, kemarin ...
  • Ditentang AS, PBB Adopsi Resolusi 'Koreksi Peta Dunia', Benua Afrika Ternyata 14 Kali Lebih Besar!
    Indonesia lebih besar dari Eropa. Jarak antara Sabang ...
Megapolitan
Proses Belajar dari Rumah T...
Nasional
Pemerintah Diminta Tegas ke...
Nasional
Hilirisasi Logam Tanah Jara...
Advertisement
Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo   

Ramai-ramai Memprotes Buku Islam Ala Prabowo  

07 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 3
# 3
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.