Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AHY Dorong Industri Konstruksi Nasional Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 06:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
AHY Dorong Industri Konstruksi Nasional Jadi Pilar Pembangunan Berkelanjutan dan Penggerak Ekonomi Doc: Antara
Ket. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong industri konstruksi nasional menjadi pilar pembangunan berkelanjutan melalui penguatan daya saing, inovasi, dan peningkatan kualitas infrastruktur yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Dia menilai sektor konstruksi memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus menciptakan lapangan kerja. Di tengah tantangan ekonomi global, penguatan industri konstruksi juga menjadi fondasi penting untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif, tangguh, dan berkelanjutan.

“Sektor konstruksi ini terus berada di lima besar penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) nasional sekaligus sektor yang menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar. Karena itu, jika sektor ini tumbuh sehat, dampaknya langsung dirasakan masyarakat melalui terbukanya lapangan pekerjaan dan bergeraknya roda perekonomian,” kata AHY dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (8/7).

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya dipandang sebagai pembangunan fisik semata. Lebih dari itu, pembangunan harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperkuat daya saing nasional, sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di seluruh Indonesia.

Menurutnya, pertumbuhan industri konstruksi akan mendukung berbagai program prioritas pemerintah, mulai dari pembangunan tiga juta rumah, jalan, jembatan, jaringan irigasi, hingga Sekolah Rakyat yang seluruhnya membutuhkan ekosistem konstruksi nasional yang semakin kuat dan kompetitif.

“Kita tidak hanya ingin membangun lebih banyak, tetapi kita harus membangun lebih baik, lebih berkualitas, lebih berdampak, dan membangun untuk semua. Artinya tidak boleh ada wilayah yang tertinggal dari pembangunan,” tegasnya.

AHY juga mengapresiasi semakin besarnya peran industri nasional dalam memenuhi kebutuhan pembangunan. Saat meninjau pameran, ia melihat semakin banyak produk karya anak bangsa yang memiliki kualitas internasional dengan kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang terus meningkat.

“Ini membanggakan. Produk-produk Indonesia semakin inovatif, semakin berkualitas, dan kandungan lokalnya juga semakin tinggi. Ini menunjukkan industri nasional memiliki kemampuan untuk bersaing dengan produk-produk dari negara lain,” ujarnya.

AHY mengatakan pemerintah akan terus mendorong terciptanya iklim usaha yang kondusif melalui regulasi yang memberikan kepastian, kemudahan, dan berbagai insentif agar industri konstruksi nasional semakin berkembang.

Ia menambahkan tantangan pembangunan ke depan juga menuntut perubahan cara pandang terhadap kualitas infrastruktur. Ancaman perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam mengharuskan Indonesia membangun infrastruktur yang lebih tangguh dan adaptif.

“Ke depan kita harus semakin adaptif menghadapi krisis iklim. Material konstruksi yang digunakan harus semakin kuat, semakin tangguh, dan resilient terhadap berbagai potensi bencana sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” kata AHY.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...

Belajar merangkai kain batik di Semarang

1.5 jam yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Belajar merangkai kain bati...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.