Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Rupiah Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah

5 Rabu, 08 Jul 2026, 10:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah Rupiah Tertekan Sentimen Eskalasi Geopolitik di Timur Tengah Doc: ANTARA
Ket. Karyawan memperlihatkan uang pecahan rupiah dan dollar Amerika Serikat (AS) di gerai penukaran mata uang asing Ayu Masagung, Jakarta, Selasa (12/5/2026).

JAKARTA – Nilai tukar rupiah pada Rabu pagi bergerak melemah 4 poin atau 0,02 persen menjadi Rp17.984 per dollar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.980 per dollar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, memperkirakan eskalasi geopolitik di Timur Tengah (Timteng) bisa menekan rupiah.

“Penyerangan besar AS ke Iran sebagai balasan atas serangan terhadap kapal-kapal komersial di Selat Hormuz,” ucapnya kepada ANTARA di Jakarta, Rabu (08/7).

Mengutip Sputnik, Amerika Serikat melancarkan serangkaian serangan baru ke Iran, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) menyebut operasi tersebut adalah untuk merespons serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz.

Adapun pada Selasa (07/7), laporan media nasional Iran IRIB menyebutkan sebuah kapal Qatar, Al-Rekayyat, berusaha melewati Selat Hormuz melalui jalur Oman dengan dukungan Angkatan Laut AS. Tetapi, kapal tersebut menjadi sasaran serangan setelah sejumlah peringatan disampaikan.

Sentimen lainnya berasal dari data cadangan devisa (cadangan devisa) Indonesia yang meningkat.

Bank Indonesia (BI) melaporkan posisi cadev Indonesia pada akhir Juni 2026 mencapai 145,6 miliar dollar AS, naik tipis sebesar 700 juta dollar AS dari posisi akhir Mei 2026 yang sebesar 144,9 miliar dollar AS. Perkembangan posisi cadangan devisa pada Juni 2026 terutama didorong oleh penerimaan pajak dan jasa.

Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi di tengah pembayaran utang luar negeri pemerintah serta kebijakan stabilisasi nilai tukar rupiah oleh Bank Indonesia sebagai respons terhadap tingginya ketidakpastian pasar keuangan global.

Posisi cadangan devisa pada akhir Juni 2026 setara dengan pembiayaan 5,5 bulan impor atau 5,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

“Namun, investor masih mengantisipasi indeks kepercayaan konsumen siang ini yang diperkirakan akan naik ke 125,” ungkap Lukman.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, rupiah diprediksi berkisar Rp17.950-Rp18.050 per dollar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Andrea Bocelli Bikin Jakarta Terpukau! Konser Romanza Hadirkan Malam Penuh Keajaiban
    Salut banget dengan konser Andrea Bocelli sangat mengharumkan ...
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...

Korut Enggan Berdialog Kembali dengan AS

1 jam lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Korut Enggan Berdialog Kemb...
Luar Negeri
Polusi Udara di New Delhi K...

Menlu Tailan akan Kunjungi Myanmar

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Menlu Tailan akan Kunjungi ...
Advertisement
Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

Halal Connect Digelar LPPOM, Buka Jalan UMKM Lokal Go Global!

04 Nov 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.