Trump Kecam Sekutu-sekutunya
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim PenulisANKARA - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Rabu (8/7) mengecam sekutu NATO saat ia menghadiri sebuah KTT di Ankara, Turki. Kecaman itu dilontarkan Trump karena dampak dari perangnya dengan Iran dan hal itu mengancam pertemuan penting tersebut.
Ketika ketegangan memuncak setelah peningkatan ketegangan semalam antara pasukan AS dan Iran, Trump menyatakan gencatan senjata Iran telah berakhir, kemudian menargetkan sekutu NATO yang gagal mendukung kampanyenya melawan Teheran.
Trump pun bersikeras bahwa ia masih menginginkan Greenland dan menyebut penolakan Eropa terhadap pendiriannya sebagai masalah besar.
"Saya sangat kecewa dengan NATO karena apa yang mereka lakukan terhadap Greenland dan karena mereka tidak mau membantu kita menghadapi negara sponsor teror nomor satu, yaitu Iran," kata dia.
Trump juga secara khusus mengkritik Spanyol dengan menyebut negara itu sebagai mitra yang buruk di NATO. "Spanyol adalah kasus yang sia-sia. Kami tidak ingin melakukan bisnis perdagangan apapun dengan Spanyol lagi," kata dia, mengungkit kembali perselisihan sengit yang juga menyangkut pengeluaran pertahanan Madrid.
Sebaiknya Anda baca juga:
Tak hanya itu. Trump pun mengungkit wilayah yang lebih sensitif dengan mengulangi keinginannya untuk mendapatkan wilayah Greenland milik Denmark, anggota NATO.
"Greenland adalah masalah besar bagi kami," kata dia kepada wartawan, seraya menambahkan bahwa Greenland sangat penting bagi AS, tetapi tidak penting bagi Denmark.
"Kita membutuhkannya untuk melindungi dunia, bukan hanya AS. Ini tidak membantu Denmark, tetapi membantu kita," ucap dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, sebelumnya telah mengeluarkan tanggapan singkat terhadap pernyataan Trump sehari sebelumnya, dengan mengatakan: "Greenland, tentu saja tidak untuk dijual."
Hindari Konfrontasi
Sebelumnya, kepala NATO, Mark Rutte, berupaya memperkuat kepercayaan terhadap komitmen penuh Washington DC terhadap aliansi militer tersebut, sementara sekutu-sekutu yang cemas bersiap untuk pertemuan tatap muka dengan pemimpin AS yang mudah berubah pendirian itu.
KTT ini berlangsung di saat yang genting bagi aliansi transatlantik yang berusia 77 tahun ini, dengan Trump menuntut para anggotanya untuk menepati janji meningkatkan pengeluaran pertahanan seiring Washington DC mengambil langkah mundur dari Eropa.
Berupaya menghindari konfrontasi baru dengan Trump, sekutu NATO pada Selasa mengumumkan kontrak senjata baru senilai puluhan miliar dollar dalam upaya untuk membuktikan bahwa mereka menepati janji untuk meningkatkan pengeluaran pertahanan.
"Kemarin adalah sebuah kesuksesan besar," kata Rutte seraya mengatakan bahwa negara anggota NATO telah memberikan bukti dengan mengambil lebih banyak tanggung jawab untuk pertahanan benua mereka dalam menghadapi Russia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!