Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Dukung Transisi Energi, Itera Berikan Kajian RUU Ketenagalistrikan

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 06:17 WIB | Oleh:
Dukung Transisi Energi, Itera Berikan Kajian RUU Ketenagalistrikan Doc: antara foto
Ket. Rektor Itera Prof. Elfahmi

BANDARLAMPUNG - Institut Teknologi Sumatera (Itera) menyerahkan kajian akademik terhadap Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Ketiga atas Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan kepada Komisi XII DPR RI sebagai masukan untuk memperkuat regulasi yang mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional.

Rektor Itera Prof. Elfahmi mengatakan perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menghasilkan rekomendasi kebijakan berbasis riset sekaligus mengembangkan inovasi teknologi guna mendukung percepatan transisi energi nasional.

"Kontribusi akademisi diperlukan agar kebijakan ketenagalistrikan mampu menjawab tantangan penyediaan energi yang andal, berkelanjutan, dan rendah emisi," katanya di Bandarlampung, Rabu (8/7).

Ia menjelaskan Itera terus mengembangkan ekosistem riset dan pemanfaatan energi baru terbarukan di lingkungan kampus, salah satunya melalui pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) yang menjadi salah satu instalasi PLTS terbesar di lingkungan perguruan tinggi di Indonesia.

"PLTS tersebut telah menyuplai kebutuhan listrik untuk tiga gedung di kampus sekaligus dimanfaatkan sebagai laboratorium pembelajaran dan riset bagi sivitas akademika," kata dia.

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknologi Industri Itera, Hadi Teguh Yudistira, yang memimpin tim penyusun kajian akademik terhadap RUU tersebut, mengatakan revisi regulasi ketenagalistrikan perlu diarahkan untuk mempercepat transisi energi sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.

"Revisi tersebut perlu mencakup penguatan indikator emisi yang terukur, optimalisasi layanan penunjang (ancillary services), evaluasi wilayah usaha ketenagalistrikan, percepatan pembangunan infrastruktur strategis nasional, hingga pengaturan kerja sama jual beli listrik lintas negara yang tetap mengedepankan kepentingan nasional," kata dia.

Menurutnya, kebijakan tersebut akan mendorong terciptanya sistem kelistrikan yang lebih efisien, andal, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi melalui tata kelola yang terintegrasi.

"Pengembangan riset dan pemanfaatan energi bersih di lingkungan kampus diharapkan dapat menjadi contoh sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya sistem energi nasional yang berkelanjutan, tangguh, dan rendah emisi," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Nasional
Pengungkapan Narkotika Keta...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.