Benteng Amsterdam, Saksi Bisu Kejayaan Rempah di Negeri Hila, Maluku
📅 Senin, 18 Mei 2026, 17:20 WIB | Oleh: Opik"Rumphius juga yang menulis tentang tsunami pertama di Maluku, pada tahun 1674.Tapi dalam catatan beliau, beliau tidak tulis kata tsunami, beliau tulis bahaya Seram, karena pusat gempanya dari Pulau Seram."
Rumphius adalah salah satu saksi bencana alam yang menewaskan sekitar dua ribu orang, termasuk 1.200 orang di Negeri Hila.
Sebelum tiba di lantai tiga, tangga yang cukup curam sudah menanti. Setelah melangkah dengan penuh kehati-hatian, gambaran ruang pengintai masa lalu langsung terlihat.
Tembok yang tak seberapa tinggi menjadi penghalang dari pemandangan laut Maluku yang indah. Di satu sisi, kita bisa melihat Seram bagian barat. Dari benteng, tentara masa lampau bisa memantau kapal-kapal yang masuk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi yang berseberangan dari laut, sebuah sumur (parigi) besar di tengah kebun tampak mencolok. Itu adalah sumur Rumphius yang termasuk peninggalan bersejarah.
Sumur itu juga sempat dikunjungi oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon pada November 2025. Kala itu, menteri sedang meninjau beberapa situs bersejarah, salah satunya Benteng Amsterdam.
Menteri sempat melontarkan keinginan untuk membangun Museum Rumphius di Ambon yang rencananya dibangun tepat di samping Benteng Amsterdam.
Saat museum itu sudah terwujud, maka perjalanan pencinta sejarah akan terasa lebih menyenangkan saat berkunjung ke Benteng Amsterdam. Tak cuma mengagumi kokohnya benteng, pengunjung juga bisa memahami keanekaragaman hayati Maluku yang memikat. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!