Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mobilisasi Tabungan Nasional untuk Kegiatan Produksi Dalam Negeri

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 01:15 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Mobilisasi Tabungan Nasional untuk Kegiatan Produksi Dalam Negeri Doc: antara
Ket. Sumber Pembiayaan - Dana Domestik Harus Dipastikan Benar-Benar Berputar di Sektor Riil

JAKARTA - Tabungan nasional atau national savings berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi negara. Dengan adanya simpanan berupa modal itu memungkinkan satu negara membiayai semua kegiatan produksi dalam negeri, tanpa perlu berutang. Dengan kapital yang ada, peningkatan dalam kuantitas dan kualitas produksi bisa dicapai.

Sebagai instrumen penting bagi pertumbuhan ekonomi, tabungan nasional yang meningkat juga menjadi salah satu indikator bahwa kesejahteraan masyarakat dan ekonomi negara juga tumbuh.

Tabungan masyarakat di perbankan nasional Indonesia sendiri tercatat sebesar 10.330 triliun rupiah pada Mei 2026, sedangkan tingkat tabungan bruto berada di level 37,5 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada Maret 2026, meningkat dari periode akhir tahun 2025 sebesar 35,0 persen.

Kendati demikian dari segmen penabung besar, simpanan dengan nominal di atas 5 miliar rupiah mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, yakni naik sekitar 21,6 hingga 22 persen pada awal 2026.

Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomika (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata mengatakan tabungan nasional bruto Indonesia, tertinggal dari Tiongkok yang mencapai sekitar 43 persen dari PDB, menjadi salah satu fondasi utama kekuatan ekonomi negara tersebut.

Besarnya tabungan domestik membuat Tiongkok memiliki sumber pembiayaan yang sangat besar untuk memperluas investasi, meningkatkan kapasitas industri, hingga memperkuat pengaruh ekonominya di tingkat global.

Tingginya tingkat tabungan masyarakat Tiongkok mencerminkan perilaku finansial yang berorientasi jangka panjang. Kondisi tersebut juga dipengaruhi faktor demografi yang berkembang selama beberapa dekade terakhir.

“Secara historis, tingginya tingkat tabungan itu sangat dipengaruhi oleh perubahan demografi. Beban tanggungan terhadap penduduk usia muda menurun akibat kebijakan satu anak (one child policy), sementara proporsi penduduk usia kerja meningkat sehingga kemampuan menabung menjadi lebih besar,” kata Aloysius kepada Koran Jakarta, Senin (27/7).

Ia menjelaskan, rasio tabungan yang sangat tinggi memberikan kemampuan besar bagi Tiongkok untuk melakukan ekspansi ekonomi hingga ke berbagai negara. Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk penanaman modal maupun pemberian pinjaman jangka panjang kepada negara lain sebagai bagian dari strategi memperluas pengaruh ekonomi.

Menurut Aloysius, kondisi itu di satu sisi membuka alternatif sumber pembiayaan bagi banyak negara berkembang yang membutuhkan modal pembangunan. Namun, di sisi lain, ketergantungan terhadap pembiayaan dari Tiongkok juga menyimpan risiko yang perlu diantisipasi.

“Pembiayaan tersebut dapat membantu pembangunan negara berkembang, tetapi secara bersamaan juga membuka peluang terjadinya jebakan utang maupun ketergantungan geopolitik terhadap Tiongkok,” katanya.

Negara-negara berkembang papar Aloysius perlu memanfaatkan masuknya investasi dan pembiayaan dari Tiongkok untuk memperkuat kapasitas ekonomi domestik, bukan sekadar menjadi penerima modal. Langkah tersebut perlu diiringi dengan upaya meningkatkan mobilisasi tabungan nasional serta memperbaiki iklim investasi agar pelaku ekonomi dalam negeri memiliki ruang lebih besar untuk berkembang.

“Dengan demikian, negara berkembang dapat memperoleh manfaat dari investasi asing tanpa semakin bergantung secara geopolitik kepada Tiongkok,” katanya.

Kontribusi Optimal

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Luar Negeri
PBB Desak Investigasi Seran...
Advertisement
Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

Presiden Prabowo Subianto dan Fadli Zon Bahas Percepatan Revitalisasi Museum dan Keraton.

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.