Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tulungagung Dikepung Tawon Vespa, 223 Sarang Dievakuasi Hanya dalam 2 Bulan, Ada Apa?

📅 Rabu, 11 Mar 2026, 17:20 WIB | Oleh:
Tulungagung Dikepung Tawon Vespa, 223 Sarang Dievakuasi Hanya dalam 2 Bulan, Ada Apa? Doc: ANTARA/HO - Soleh
Ket. Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Tulungagung mengevakuasi sarang tawon vespa dengan cara membakar sarang di permukiman warga di Tulungagung, Jawa Timur.

TULUNGAGUNG - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, mencatatkan lonjakan signifikan dalam penanganan evakuasi sarang tawon vespa selama dua bulan pertama tahun 2026.

Sebanyak 223 kasus telah ditangani petugas seiring dengan meningkatnya migrasi serangga tersebut ke area pemukiman warga. Kepala Seksi Operasional dan Penyelamatan Damkar Tulungagung, Bambang Pidekso, mengungkapkan bahwa fenomena ini diduga kuat dipicu oleh perubahan iklim serta berkurangnya predator alami burung pemakan serangga. Mengingat risiko serangan koloni yang mematikan, masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan penanganan secara mandiri dan segera melapor ke petugas profesional guna evakuasi yang lebih aman.

Pada 2024, petugas Damkar Tulungagung mencatat 354 kasus evakuasi sarang tawon vespa, kemudian meningkat menjadi 427 kasus pada 2025 atau naik sekitar 73 kasus (20,62 persen).

“Beberapa tahun terakhir memang terjadi kenaikan kasus tawon vespa di Tulungagung. Bahkan, pada dua bulan awal tahun 2026 sudah ada 223 evakuasi yang kami tangani,” katanya.

Menurut Bambang, peningkatan kemunculan tawon vespa tidak hanya terjadi di Tulungagung, tetapi juga di sejumlah daerah lain. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan faktor alam yang memicu peningkatan populasi tawon vespa.

Selain itu, berkurangnya habitat alami, menurunnya populasi predator alami, seperti burung pemakan serangga, serta perubahan iklim juga diduga mendorong tawon vespa bermigrasi ke pemukiman warga.

“Penyebabnya bisa karena perubahan iklim, hilangnya habitat alami atau berkurangnya predator tawon vespa,” ujarnya.

Ia menjelaskan sebagian besar laporan masyarakat berasal dari area pemukiman, terutama sarang tawon yang berada di atap rumah warga maupun pepohonan di sekitar lingkungan tempat tinggal.

Damkar Tulungagung mengimbau masyarakat tidak mengevakuasi sarang tawon vespa secara mandiri karena berisiko memicu serangan dari koloni tawon.

Petugas biasanya melakukan evakuasi dengan mengenakan pakaian pelindung khusus, kemudian memusnahkan sarang dengan cara dibakar untuk memastikan koloni tawon tidak berkembang kembali.

“Kalau menemukan sarang tawon vespa sebaiknya segera melapor ke Damkar agar penanganannya bisa dilakukan secara aman,” katanya.

Hingga saat ini belum ada laporan korban meninggal dunia akibat serangan tawon vespa di wilayah Tulungagung.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Megapolitan
Tarif Transjabodetabek akan...

Mayoritas Nusantara Bakal Diguyur Hujan Ringan

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Mayoritas Nusantara Bakal D...
Olahraga
Sprint Race MotoGP Hungaria...

Indonesia – Malaysia Bentrok, Duel Bakal Sengit

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Indonesia – Malaysia Bent...
Olahraga
Pole Position Balapan F1 Mo...
Daerah
Ponpes Al Falah Kediri Siap...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

KA Siliwangi Dihentikan Mendadak Usai Gempa Cianjur Magnitudo 3,5

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.