Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Korut Kecam Asean Soal Desakan Denuklirisasi

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 02:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Korut Kecam Asean Soal Desakan Denuklirisasi Doc: AFP/JADE GAO
Ket. Saudari pemimpin Korut yang berpengaruh, Kim Yo-jong, saat menghadiri sebuah resepsi di Balairung Agung Rakyat di Beijing, Tiongkok, pada 3 September 2025 lalu. Pada Senin (27/7) Kim Yo-jong mengecam Asean karena telah mendesak Korut untuk mewujudkan denuklirisasi.

SEOUL - Saudari pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un yang berpengaruh menyerang blok negara-negara Asia tenggara pada hari Senin (27/7) karena berupaya mewujudkan Semenanjung Korea yang bebas nuklir, mengecam desakan tersebut sebagai seruan yang bodoh dan tidak masuk akal.

Pada forum keamanan regional tahunannya pekan lalu, Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (Asean) menyatakan keprihatinan mendalam atas pengembangan senjata nuklir Pyongyang yang sedang berlangsung dan menekankan pentingnya dialog untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas abadi di Semenanjung Korea yang bebas nuklir.

Dalam pernyataan bersamanya yang dirilis pada Sabtu (25/7) Forum Keamanan Asean pun menegaskan perlunya upaya internasional untuk mewujudkan denuklirisasi penuh Semenanjung Korea secara damai.

Korut telah lama bersikeras pada haknya untuk memiliki senjata nuklir dan program misil balistik, meskipun hal itu dilarang berdasarkan ketentuan sanksi Dewan Keamanan PBB. Negara itu pun telah mengabadikan status nuklirnya dalam konstitusinya pada tahun 2023.

Saudari Kim Jong-un yang bernama Kim Yo-jong mengatakan dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita KCNA bahwa ia menyatakan ketidakpuasan yang mendalam terhadap sikap bermusuhan yang terang-terangan dari forum tersebut yang mengikuti gembar-gembor Amerika Serikat (AS) tentang denuklirisasi dan mengabaikan konstitusi Korut.

“Kemampuan penangkalan nuklir merupakan perisai utama bagi kedaulatan negara sekaligus jaminan tertinggi dalam mempertahankan kedaulatan,” ucap Kim Yo-jong.

"Merupakan sebuah kegagalan dalam pemikiran strategis dan logika, serta perwujudan dari mimpi liar yang bodoh dan konyol untuk tetap berpegang teguh pada denuklirisasi Semenanjung Korea yang telah kehilangan maknanya secara konseptual dan praktis," kata Kim Yo-jong.

“Asean harus waspada agar tidak disalahgunakan sebagai corong bayaran bagi AS," imbuh dia.

Pada bulan Juni lalu, Kim Yo-jong yang merupakan tokoh kunci dalam komunikasi dan kebijakan luar negeri Korut, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa program senjata nuklir Korut bersifat final dan merupakan sebuah garis kebijakan pantang mundur.

 “Kemampuan nuklir Korut akan terus dikembangkan tanpa mengalami stagnasi sedikit pun,” ungkap Kim Yo-jong.

Pyongyang telah berulang kali menyatakan negaranya sebagai negara nuklir yang tak dapat diubah sejak pertemuan puncak Kim Jong-un dengan Presiden AS, Donald Trump, pada tahun 2019 gagal karena perbedaan pendapat mengenai cakupan denuklirisasi dan pencabutan sanksi.

Pengerahan  Pasukan

Sementara itu kantor berita KBS pada Senin melaporkan bahwa pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyatakan sedang memantau dengan cermat kerja sama militer antara Korut dan Russia menyusul klaim Presiden Ukraina, Volodymyr Zelenskyy, yang menyatakan bahwa Moskwa telah meminta pengerahan pasukan tambahan dari Korut.

Seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel pada Senin mengatakan bahwa pemerintahnya terus memantau dengan cermat perkembangan terkait kerja sama militer antara Pyongyang dan Moskwa, namun menolak berkomentar mengenai masalah intelijen.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

Babak Pertama Skuad Garuda Harus Mencetak Gol

46 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Babak Pertama Skuad Garuda ...
Advertisement
Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

Badan Geologi Ingatkan soal Gas Beracun di Balik Blue Fire Papandayan

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.