Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Indonesia Kuasai Pasokan Kelapa Malaysia, Kementan Dorong Hilirisasi

📅 Rabu, 22 Jul 2026, 21:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Indonesia Kuasai Pasokan Kelapa Malaysia, Kementan Dorong Hilirisasi Doc: ANTARA/ Andri Saputra.
Ket. Sejumlah truk mengangkut buah kelapa untuk dimasukkan ke dalam pabrik PT Natural Indococonut Organik di Desa Kupa-Kupa Tobelo Selatan, Halmahera Utara, Maluku Utara.

JAKARTA – Tingginya ketergantungan Malaysia terhadap pasokan kelapa dari Indonesia menunjukkan posisi strategis Indonesia dalam rantai pasok komoditas perkebunan di kawasan.

Kondisi ini mencerminkan daya saing produksi kelapa nasional sekaligus membuka peluang untuk meningkatkan nilai tambah melalui penguatan industri hilir dan diversifikasi produk olahan.

Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan upaya menjaga produktivitas, kualitas, dan keberlanjutan pasokan agar Indonesia tetap mempertahankan keunggulan di pasar ekspor.

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian (Kementan), Agus Rosyid mengatakan tingginya ketergantungan Malaysia terhadap pasokan kelapa Indonesia menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan industri kelapa nasional, terutama melalui hilirisasi.

"Malaysia itu hampir 80 persen kebutuhan kelapanya dipenuhi dari Indonesia. Bahkan, dua tahun lalu ketika mereka mengalami kekurangan bahan baku, mereka sempat datang ke kementerian meminta agar tidak ada larangan ekspor kelapa karena khawatir kebutuhan industrinya tidak terpenuhi," ujarnya dalam diskusi pengembangan hilirisasi kelapa di Jakarta, Rabu (22/7).

Menurut dia, tingginya permintaan pasar regional maupun global menunjukkan adanya peluang besar bagi Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kelapa.

Produk turunan kelapa yang memiliki prospek pasar antara lain santan, coconut milk, minyak kelapa, virgin coconut oil (VCO), hingga berbagai produk olahan lainnya.

Untuk itu, pemerintah mendorong agar ekspor kelapa tidak lagi didominasi dalam bentuk bahan mentah, melainkan produk olahan bernilai tambah, sehingga manfaat ekonomi dapat lebih banyak dinikmati di dalam negeri.

Berdasarkan data International Coconut Community (ICC) dan Kementan pada 2023, Indonesia merupakan produsen kelapa terbesar kedua dunia setelah Filipina.

Produksi kelapa nasional mencapai 2,87 juta ton setara kopra dengan luas areal perkebunan sekitar 3,34 juta hektare atau sekitar 24 persen dari produksi kelapa dunia.

Sementara itu, Filipina berada di posisi pertama dengan produksi sekitar 3,18 juta ton setara kopra atau 27 persen produksi dunia dari luas lahan sekitar 3,6 juta hektare.

Agus menyampaikan sebagian besar perkebunan kelapa Indonesia merupakan perkebunan rakyat.

Sekitar 98 persen kebun kelapa dikelola oleh petani dengan jumlah mencapai sekitar 5,5 juta orang.

Berdasarkan data ICC dan Kementan, dari total luas perkebunan kelapa nasional, sekitar 2,55 juta hektare atau 76,5 persen merupakan tanaman menghasilkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

Awas! Ini Bahaya Tersembunyi Campur Pertamax dan Pertalite untuk Kendaraan Anda

22 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.