Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Resmi! Bantuan Beras 3 Bulan Sekaligus Cair Agustus, Anggaran Rp17,52 T Disetujui

📅 Selasa, 28 Jul 2026, 20:52 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Resmi! Bantuan Beras 3 Bulan Sekaligus Cair Agustus, Anggaran Rp17,52 T Disetujui Doc: istimewa
Ket. Program bantuan pangan beras tahap kedua bagi 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) alokasi Juli, Agustus, dan September telah memperoleh restu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

JAKARTA — Program bantuan pangan beras tahap kedua bagi 33,24 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) alokasi Juli, Agustus, dan September telah memperoleh restu dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Usulan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) sejumlah Rp 17,52 triliun selanjutnya akan diproses menjadi Surat Penetapan Satuan Anggaran Bagian Anggaran (SP SABA).

"Persetujuannya dapat 3 bulan. Anggarannya Rp 17,52 triliun dapatnya. Awalnya mau 1 bulan dahulu, tapi Kemenkeu memberikan ruang untuk langsung 3 bulan. Jadi bisa one shoot sekaligus 3 bulan," ungkap Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa ditemui di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta pada Selasa (28/7).

Sebelumnya, dalam rapat pengendalian inflasi di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta (27/7), sempat disampaikan bantuan pangan beras akan dimulai untuk 1 bulan alokasi terlebih dahulu mulai Agustus. Dengan penjelasan terbaru ini, Bapanas memastikan rencana bergulirnya bantuan pangan akan dilaksanakan secara 3 bulan sekaligus.

"Sebagaimana rapat di Kemenko Perekonomian sebelumnya bahwa bantuan pangan akan mulai diserahkan di bulan Agustus. Tentu selanjutnya nanti ada penugasan dari Bapak Kepala Badan Pangan Nasional ke Perum Bulog," ujar Ketut.

Oleh karena itu, Bapanas telah mematangkan persiapan bersama Perum Bulog. Untuk stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di seluruh gudang Bulog dipastikan sangat memadai di angka 5,25 juta ton. Bantuan pangan tahap kedua pun dapat segera digeber.

"Tolong Bulog sudah bersiap untuk digeber, sehingga langkah-langkah ini, mudah-mudahan bisa juga segera mengendalikan harga beras di bulan Agustus nantinya," tutur Deputi Bapanas Ketut.

Lebih lanjut, program prorakyat bantuan pangan yang merupakan salah satu direktif Presiden Prabowo Subianto direncanakan mulai salur secara one shoot atau secara sekaligus pada Agustus mendatang. Total beras sebanyak 997,2 ribu ton akan digelontorkan kepada 33,24 juta KPM masing-masing 10 kilogram (kg) dengan alokasi 3 bulan.

Sebagai komparasi, alokasi program bantuan pangan beras di tahun 2026 akan lebih banyak dibandingkan tahun 2025. Program bantuan pangan pada tahun sebelumnya telah terlaksana untuk 4 bulan alokasi, Juni-Juli dan Oktober-November. Sementara untuk pelaksanaan program bantuan pangan di tahun 2026 ini setidaknya akan dijalankan sebanyak 5 bulan alokasi.

Bapanas optimis dengan bantuan pangan yang dimasifkan hampir 1 juta ton banyaknya akan memberikan faktor penekan harga beras di pasaran. Ketika harga beras di tingkat konsumen mulai stabil, maka tingkat inflasi pun juga akan dapat lebih terkendali.

"Bayangkan 33 juta KPM kali 3 bulan berarti hampir 1 juta ton beras. Ini langsung diterima di konsumen. Tentu kebutuhan orang membeli beras di pasar-pasar akan berkurang. Nah pasti akan sedikit mengerem inflasi," tutup Deputi Bapanas Ketut.

Kondisi perberasan nasional terbaru dipaparkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS). Sampai pekan keempat Juli, Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras memang masih mengalami kenaikan. 

Akan tetapi, jumlah kabupaten/kota dengan penurunan IPH beras juga tercatat bertambah pada minggu keempat Juli. Saat ini BPS mencatat ada 43 kabupaten/kota yang mengalami penurunan IPH beras. Sementara seminggu sebelumnya hanya 40 dan 41 kabupaten/kota saja.

Dilihat dari tingkat inflasi beras sampai Juni juga masih cukup terkendali. Data BPS menunjukkan inflasi beras pada Juni 2026 secara tahunan (year-on-year/yoy) sebesar 3,98 persen. Angka ini mulai melandai 0,57 persen lebih rendah dibandingkan Mei 2026 yang mencapai 4,55 persen.

Untuk inflasi beras secara bulanan (month-to-month/mtm) sampai Juni 2026 tercatat di 0,45 persen. Indeks tersebut masih berada di bawah level 1 persen, sehingga mencerminkan pergerakan harga beras yang relatif terkendali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Serius Ada Cadangan Beras 4,8 Juta Ton? Kok Beras Tetap Mahal

51 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Nasional
Serius Ada Cadangan Beras 4...

Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk Program Berani

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Tak Dijamin JKN, Bisa Masuk...

Kasus Kapal Virgo, Empat Tersangka Ditetapkan

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Daerah
Kasus Kapal Virgo, Empat Te...
Advertisement
Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

Impor Solar Indonesia Resmi Berhenti, Ternyata Ini Dampak Kebijakan B50

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.