Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Benteng Amsterdam, Saksi Bisu Kejayaan Rempah di Negeri Hila, Maluku

📅 Senin, 18 Mei 2026, 17:20 WIB | Oleh:

Ketika Belanda masuk, Kerajaan Hitu dan masyarakat setempat membantu Belanda untuk mengusir Portugis dari sana. Upaya mereka sukses. Gudang rempah-rempah ini beralih fungsi menjadi kubu pertahanan dan diberi nama Benteng Amsterdam.

Apa alasannya kerajaan Hitu dan warga lokal mau membantu Belanda mengusir Portugis? Kala itu, Portugis menerapkan sistem dagang monopoli. Mereka mengumpulkan rempah-rempah di Maluku secara paksa. Semua orang wajib menjual hasil seperti pala dan cengkih hanya kepada Portugis.

"Tidak ada lagi negara lain yang punya persediaan rempah yang lebih banyak seperti dia," kata Damir.

Alasan Portugis begitu serakah mengumpulkan rempah-rempah tak lain karena pada masa itu rempah-rempah bernilai sangat tinggi, bahkan melampaui harga emas.

"Satu kilogram pala itu lebih mahal dari satu gram emas," imbuh dia.

Maka, alasan Kerajaan Hitu dan masyarakat di Pulau Ambon membantu Belanda agar Portugis angkat kaki semata-mata karena ingin menyelamatkan cengkih dan pala yang mereka monopoli.
Benteng Amsterdam terdiri dari tiga lantai. Pada zaman Belanda, lantai pertama berfungsi sebagai tempat penyimpanan makanan.

Di sela penjelasan, suara ketukan palu dan kayu terdengar dari sudut ruangan. Papan-papan kayu bertumpuk di pojokan. Rupanya memang ada pemeliharaan dari Balai Pelestarian Kebudayaan Maluku karena ada beberapa lembar papan kayu yang perlu diganti.

Bangunan segi empat dengan atap berbentuk limas ini masih terlihat "segar" karena memang sudah dipugar pada 1991 dengan acuan gambar dari buku Beschreiving van Ambonian karya Francois Valantyn. Struktur bangunan dan temboknya masih dipertahankan dari ratusan tahun lalu, namun kayu-kayu dan hampir semua tegel telah diganti. Jika diperhatikan secara seksama di lantai satu, terlihat jelas perbedaan tegel asli dan yang terbaru. Versi asli terlihat lebih kasar dan tidak terlalu beraturan.

Tak jauh dari pintu masuk, ada ruangan kecil di sebelah kiri. Pada masa penjajahan Belanda, ruangan ini berfungsi sebagai tempat menyimpan mesiu. Setelah Belanda hengkang dan digantikan tentara Jepang, ruangan kecil itu berfungsi jadi penjara.

Ruangan ini berseberangan dengan tangga kuning yang akan mengantarkan pengunjung ke lantai dua. Menurut Damir, lantai ini dulu difungsikan sebagai tempat tidur para perwira.

Jejak Rumphius

​​​​Dinding di lantai dua dipenuhi dengan jejeran pigura bergambar aneka ikan. Bukan sembarang dekorasi, rupanya ikan-ikan ini adalah sebagian ikan yang diteliti ahli botani Jerman bernama Georg Eberhard Rumphius. Dia bekerja untuk VOC di Ambon, Indonesia. Sebagian besar hidupnya diabdikan untuk meneliti tanaman di Ambon.

"Ini adalah hasil penelitiannya di Maluku, tentang semua jenis ikan yang ada di perairan Maluku, yang kurang lebih ada sekitar 600 jenis," kata Damir.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

  • Begini Kronologi Lengkap Bentrokan Warga di Jalan Tambak Jakarta Pusat yang Menewaskan Satu Orang
    Preview komentar:
    2 kelompok warga, itu warga mana dg warga ...
  • Kementan Bantu Bibit Kelapa untuk Petani Barito Kuala, Produktivitas Perkebunan Ditingkatkan.
    Preview komentar:
    Di barisan paling depan, Kementerian Pertanian memainkan ...
    Keren
  • Penutupan Perlintasan Liar Kereta di Kediri
    Preview komentar:
    Wah, berarti kalau sehari hari kan lewat perlintasan ...

SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa

SAR Gabungan Evakuasi 6 Mahasiswa dari Medan Curam Goa Kalibbong Alloa

28 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.