Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemprov Aceh Bidik Nilai Tambah Nilam, Resi Gudang Disiapkan Jadi Kunci Hilirisasi

📅 Kamis, 23 Jul 2026, 19:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pemprov Aceh Bidik Nilai Tambah Nilam, Resi Gudang Disiapkan Jadi Kunci Hilirisasi Doc: ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas.
Ket. Ilustrasi - Petani mengambil bagian pangkal dan tengah pucuk tanaman nilam (Pogostemon Cablin Benth) untuk memperbanyak bibit nilam secara vegetatif di Desa Cot Darat, Samatiga, Aceh Barat, Aceh.

BANDA ACEH – Komoditas minyak nilam memiliki nilai strategis sebagai salah satu minyak atsiri unggulan Indonesia dengan permintaan yang stabil di industri parfum, kosmetik, hingga farmasi global.

Potensi nilai tambahnya jauh lebih besar dibandingkan menjual bahan baku, sehingga penguatan kualitas, hilirisasi, dan standarisasi produk menjadi kunci untuk meningkatkan daya saing di pasar ekspor.

Di sisi lain, pengembangan budidaya yang berkelanjutan serta penguatan kemitraan antara petani dan industri akan menentukan kemampuan Indonesia mempertahankan posisinya sebagai salah satu pemasok utama minyak nilam dunia.

Pemerintah Aceh menyatakan penerapan sistem resi gudang (SRG) menjadi salah satu solusi mewujudkan kestabilan ekosistem hulu bisnis komoditas nilam serta untuk mendorong berjalannya hilirisasi minyak nilam dari petani Aceh.

"Solusinya untuk saat ini adalah penerapan SRG untuk petani nilam, kemudian mengembangkan hilirisasi minyak nilam,” kata Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (23/7).

Solusi SRG tersebut terkemuka dalam kesimpulan rapat koordinasi lintas instansi terkait di pemerintahan Aceh yang khusus membahas terkait hilirisasi serta permasalahan yang dihadapi petani dan pelaku usaha minyak nilam, di kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

Nurlis menjelaskan, rapat koordinasi ini membahas permasalahan yang dialami para petani dan pelaku bisnis nilam di Aceh. Mengingat, permintaan minyak nilam dunia kini sangat tinggi, tetapi petani dan pelaku bisnis nilam di Aceh mendapatkan kesulitan.

Saat ini, lanjut dia, permintaan minyak nilam dunia mencapai 2.500 ton per tahun, sedangkan realisasi produksi global sekitar 1.600 ton per tahun. Dan, posisi Indonesia di sini adalah sebagai produsen 90 persen minyak nilam di dunia, sebanyak 30 persen berasal dari Aceh.

Sementara itu, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Aceh, T Robby Irza menyampaikan, minyak nilam Aceh, dikenal memiliki kualitas unggul dengan kandungan patchouli alcohol (PA) tinggi, sehingga menjadi standar pencampur (blending agent) bagi minyak nilam dari berbagai negara, dan sangat diminati oleh industri parfum, kosmetik, farmasi, serta aromaterapi dunia.

Namun, pengembangan minyak nilam menghadapi berbagai tantangan pada sektor hulu, seperti fluktuasi harga, ketidakpastian pasar, keterbatasan akses pembiayaan, belum tersedianya standar operasional budidaya seragam. Serta belum homogennya kualitas bahan baku akibat pencampuran hasil produksi dari berbagai daerah.

“Maka untuk mengatasi masalah fluktuasi harga karena permainan spekulan, maka diperlukan SRG bagi petani nilam di Aceh. Di sini diperlukan peran pemerintah untuk merealisasikannya,” kata Robby.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan pasar global, lanjut Robby, maka industri Aceh wajib memenuhi empat persyaratan utama. Yaitu jaminan mutu, kontinuitas pasokan, praktik perdagangan yang adil, dan sistem ketertelusuran digital, serta industry refinery.

“Saat ini, perkembangan industri nilam di Aceh berada pada tahap awal hilir yaitu perencanaan pembangunan industri refinery. Intinya diperlukan industri refinery dan sertifikasi produk melalui SRG,” ujarnya.

Karena itu, pemerintah Aceh segera mengusulkan penerapan SRG untuk komoditas nilam Aceh kepada Kementerian Perdagangan. Selain itu, melaksanakan pembinaan petani nilam secara terpadu, dan mendorong pembentukan asosiasi atau komunitas nilam Aceh.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak
Advertisement
Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

Kabut Asap Sampai Jakarta, Bandara Soetta Batalkan Dua Penerbangan

17 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.