Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Geopolitik Memanas, Pemerintah Pasang Rem Agar PHK Tak Meluas

📅 Minggu, 17 Mei 2026, 18:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Geopolitik Memanas, Pemerintah Pasang Rem Agar PHK Tak Meluas Doc: ANTARA FOTO/ Mohammad Ayudha.
Ket. Ilustrasi - Buruh dan karyawan mendengarkan pidato dari direksi perusahaan di Pabrik Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex) di Sukoharjo, Jawa Tengah, Jumat (28/2/2025).

JAKARTA – Mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) menjadi langkah penting di tengah ketidakpastian ekonomi global, perlambatan industri, dan perubahan pola bisnis akibat digitalisasi.

Perusahaan yang menghadapi tekanan biaya maupun penurunan permintaan cenderung melakukan efisiensi, termasuk pengurangan tenaga kerja, sehingga risiko PHK perlu direspons sejak dini.

Upaya antisipasi tidak hanya bergantung pada dunia usaha, tetapi juga memerlukan peran pemerintah melalui penguatan pelatihan kerja, perlindungan sosial, hingga penciptaan lapangan kerja baru.

Peningkatan keterampilan tenaga kerja juga menjadi kunci agar pekerja lebih adaptif terhadap kebutuhan industri yang terus berubah.

Selain berdampak pada pendapatan masyarakat, gelombang PHK berpotensi menekan daya beli dan memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Karena itu, langkah mitigasi yang cepat dan terukur dinilai penting agar stabilitas pasar tenaga kerja tetap terjaga sekaligus mencegah dampak sosial yang lebih luas.

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor memastikan pemerintah terus mengantisipasi potensi pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat dampak geopolitik global yang memanas imbas perang Timur Tengah.

"Nah, kita segera mengantisipasi terjadinya PHK yang bisa membuat banyaknya pengangguran yang ada di Indonesia," kata Wamenaker di Jakarta, Minggu (17/5).

Dia menekankan hal itu saat menghadiri kegiatan Patriot Move 2026 yang digelar Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan dirangkaikan dengan lari bersama peserta Ekspedisi Patriot pada momentum Car Free Day di Bundaran HI, Jakarta.

Menurut Afriansyah, konflik global yang terjadi saat ini memberikan tekanan terhadap perekonomian banyak negara, termasuk Indonesia, sehingga pemerintah mengambil langkah antisipasi untuk menjaga stabilitas lapangan pekerjaan.

"Kita juga sekarang pada tahap kondisi global dunia, perang, ini berdampak kepada semua negara termasuk Indonesia," ujarnya.

Afriansyah menegaskan pemerintah terus memantau dampak kondisi geopolitik global terhadap ketenagakerjaan nasional guna mencegah meningkatnya pemutusan hubungan kerja di berbagai sektor industri nasional.

"Tingkat pengangguran sekarang ini setara dengan 7,4 juta orang, sekitar 4,3 persen dari jumlah penduduk Indonesia," bebernya.

Ia menjelaskan pemerintah saat ini memperkuat berbagai program ketenagakerjaan untuk membantu masyarakat tetap memperoleh peluang kerja di tengah tantangan ekonomi global yang terus berkembang dan berubah cepat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Persaingan di LTS Bayangi P...
Rona
Mediterania: Laut yang Memb...
Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

Menpar: Indonesia Berpotensi Jadi Pusat Gastronomi Dunia

21 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.