Fasilitas Belum Optimal dan Picu Macet, Dishub DKI Evaluasi Total CFD Koridor Rasuna Said
📅 Minggu, 17 Mei 2026, 12:55 WIB | Oleh: Paundra Zakirulloh
Doc: Retno Prayudati
JAKARTA - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta meniadakan sementara pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau car free day (CFD) di Jalan HR Rasuna Said pada Minggu (17/5). Kebijakan tersebut diambil setelah pemerintah melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan perdana CFD di koridor baru tersebut pada pekan sebelumnya.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan hasil evaluasi menunjukkan pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said memberikan manfaat positif bagi masyarakat. Selain menambah alternatif ruang olahraga, kualitas udara di sekitar lokasi juga dinilai lebih baik dibandingkan hari kerja normal.
"HBKB di Jalan HR Rasuna Said menambah alternatif ruang olahraga dan ruang publik bagi masyarakat. Hasil pengukuran kualitas udara di sekitar lokasi saat pelaksanaan HBKB juga tercatat lebih baik dibandingkan hari kerja," ujar Syafrin Liputo di Jakarta, Sabtu (16/5).
Pemprov DKI juga mencatat keberadaan CFD di koridor Rasuna Said mampu mengurangi kepadatan pengunjung di kawasan Jalan Jenderal Sudirman dan Jalan MH Thamrin. Data Dinas Perhubungan menunjukkan jumlah pengunjung HBKB tingkat provinsi turun dari 29.256 orang pada 3 Mei 2026 menjadi 13.759 orang pada 10 Mei 2026 atau berkurang sekitar 52,97 persen.
Menurut Syafrin Liputo, kondisi tersebut menunjukkan koridor baru mampu memecah konsentrasi masyarakat sehingga aktivitas warga lebih tersebar. Hal itu dinilai penting agar kawasan Sudirman-Thamrin tidak terlalu padat saat pelaksanaan CFD setiap akhir pekan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski demikian, pelaksanaan CFD di Rasuna Said masih menyisakan sejumlah persoalan teknis yang harus dibenahi. Pemerintah menemukan belum adanya titik putar di sisi timur dan barat koridor serta pembatas jalur Transjakarta yang belum terpasang secara optimal.
Selain itu, parkir liar masih ditemukan di sejumlah titik sepanjang jalur CFD. Penataan pelaku UMKM juga dinilai belum tertib karena aktivitas pedagang meluas hingga memakan badan jalan.
Dishub DKI turut mencatat proyek pekerjaan jalan di sejumlah rute alternatif masih memicu kemacetan. Perbedaan level ketinggian jalan pascapembongkaran tiang monorel juga menjadi perhatian karena dinilai dapat membahayakan pengguna jalan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penumpukan aktivitas masyarakat di kawasan Plaza Festival juga menjadi catatan evaluasi. Kondisi tersebut membuat sejumlah pelari dan pesepeda menggunakan lajur bus Transjakarta sehingga dinilai perlu penataan lebih lanjut.
Pemprov DKI memastikan seluruh persoalan tersebut akan ditindaklanjuti bersama tim lintas perangkat daerah. Pemerintah juga tengah menyiapkan regulasi sebagai dasar hukum pelaksanaan HBKB di Jalan HR Rasuna Said.
"Perbaikan fasilitas pendukung dan pengaturan kegiatan masyarakat akan dilakukan agar pelaksanaan HBKB di Rasuna Said berlangsung lebih aman, nyaman, dan tertib," kata Syafrin Liputo.
HBKB di Jalan HR Rasuna Said dijadwalkan kembali digelar mulai Juni 2026 setiap Minggu pukul 05.30 hingga 09.00 WIB. Pemprov berharap kehadiran koridor baru ini dapat memperluas akses masyarakat terhadap ruang publik di tengah Jakarta.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!