30 Mahasiswa UGM Gali Potensi Pariwisata Kecamatan Macak, Banten
📅 Jumat, 08 Mei 2026, 05:53 WIB | Oleh: SriyonoSERANG - Sebanyak 30 mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) menggali berbagai potensi pariwisata hingga pengelolaan lingkungan hidup di Kecamatan Macak, Serang, Banten, lewat Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM).
"Saya menerima silaturahmi dari UGM. Mereka akan melakukan pengabdian masyarakat sebanyak 30 orang di Kecamatan Mancak, tepatnya di Desa Ciwarna dan Sangiang," kata Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah yang akrab disapa Zakiyah, di Serang, Kamis (8/5).
Ia mengatakan para mahasiswa tersebut nantinya akan menggali berbagai potensi daerah, khususnya pariwisata dan pengelolaan lingkungan hidup, mengingat wilayah Kecamatan Mancak juga termasuk area yang rentan terhadap bencana longsor.
Zakiyah berharap, mahasiswa dapat mengaplikasikan disiplin ilmu yang telah dipelajari di kampus seperti kesehatan masyarakat, pengelolaan lingkungan, hingga teknik sipil untuk memberikan intervensi positif bagi kemajuan desa. Terlebih, Desa Ciwarna saat ini tengah berproses dari desa tertinggal menjadi desa berkembang.
"Kita pastikan akan terus mengintervensi, sehingga kemajuannya semakin dapat terlihat," katanya menambahkan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN-PPM UGM Sudaryatno menyebutkan bahwa program pengabdian tersebut akan berlangsung selama 50 hari mulai 20 Juni 2026 mendatang. Para mahasiswa yang diterjunkan berasal dari empat bidang keilmuan, yakni Sains dan Teknologi, Sosial Humaniora, Medika, serta Agro.
Terkait potensi wisata, tim KKN UGM akan berupaya mengekspos kawasan Bukit Cariang agar dapat semenarik kawasan Lembang di Jawa Barat. Lokasinya yang sangat strategis dinilai menjadi nilai jual yang tinggi.
"Kita akan jadikan suatu fenomena yang menarik. Mahasiswa akan memanfaatkan spot-spot tersebut untuk diviralkan lewat medsos, bahwa ada potensi luar biasa di Kabupaten Serang yang tidak kalah dengan Lembang," kata Sudaryatno.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selain sektor pariwisata, para mahasiswa juga akan melakukan mitigasi bencana dengan memetakan daerah rawan longsor. Di sektor pertanian, mahasiswa akan mendampingi warga untuk membangun sistem pertanian berkelanjutan, salah satunya dengan mengolah sampah dan kotoran ternak menjadi pupuk organik untuk mengembalikan kesuburan tanah.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!