Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Uni Eropa Terbelah, Krisis Ceuta Picu Perang Kebijakan Migrasi

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 03:00 WIB | Oleh:
Uni Eropa Terbelah, Krisis Ceuta Picu Perang Kebijakan Migrasi Doc: JORGE GUERRERO/AFP
Ket. Tentara Spanyol mengawasi para migran yang duduk di trotoar sebelum mengawal mereka kembali ke Maroko.

BRUSSELS – Negara-negara Uni Eropa (UE) dijadwalkan menggelar pertemuan darurat para menteri dalam negeri pada Selasa (4/8) untuk mengevaluasi krisis migrasi di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika Utara. Krisis tersebut memicu ketegangan antara Madrid dan sejumlah negara anggota yang menginginkan kebijakan migrasi lebih ketat.

Dilansir dari AFP, gelombang kedatangan sekitar 60.000 migran dari Maroko ke Ceuta dalam waktu singkat—meski sebagian besar kini telah kembali—mengungkap kembali perbedaan tajam pandangan di antara 27 negara anggota UE terkait penanganan migrasi.

Sejak rekaman ribuan migran yang berenang melewati penghalang perbatasan Ceuta tersebar luas, pemerintah Spanyol menghadapi tekanan dari sejumlah negara anggota yang menilai kebijakan migrasi Madrid terlalu longgar.

Pertemuan virtual para menteri dalam negeri UE yang dimulai pukul 10.00 waktu setempat (08.00 GMT) diharapkan menjadi momentum untuk mencari kesepakatan bersama. Namun, perbedaan sikap di antara negara anggota diperkirakan masih akan mewarnai pembahasan.

Kelompok negara yang mendorong kebijakan lebih keras dipimpin oleh Italia dan Denmark. Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen sebelumnya memperingatkan bahwa "imigrasi yang tidak terkendali merupakan ancaman bagi Eropa."

Pekan lalu, Italia dan Denmark bahkan mengusulkan agar Spanyol untuk sementara dikeluarkan dari kawasan bebas perbatasan Schengen sebagai respons terhadap krisis di Ceuta. Usulan tersebut langsung ditolak Madrid dan dinilai tidak memiliki dasar hukum dalam aturan Uni Eropa.

Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, yang selama ini dikenal mendukung pendekatan lebih terbuka terhadap migrasi, merespons tekanan tersebut melalui surat kepada para pemimpin lembaga Uni Eropa pada Sabtu (1/8).

Dalam suratnya, Sanchez mengkritik sikap sejumlah negara anggota yang dinilainya "egois" dan mendesak penyelenggaraan pertemuan darurat guna menyusun respons bersama menghadapi krisis migrasi.

Namun, hanya beberapa jam kemudian, sebanyak 22 negara anggota yang dipimpin Italia, Denmark, Jerman, dan Hongaria mengirim surat balasan. Mereka juga meminta pembahasan darurat, tetapi dengan tujuan memperkuat kebijakan migrasi yang lebih ketat di tingkat Uni Eropa.

Di sisi lain, Prancis memilih mengambil posisi berbeda. Paris menilai krisis Ceuta tidak seharusnya dimanfaatkan untuk kepentingan politik dan mengingatkan bahwa sebagian besar migran yang sempat memasuki Ceuta telah kembali ke Maroko.

Menurut seorang diplomat Uni Eropa, dalam pembahasan tingkat duta besar pada Senin (3/8), perwakilan Spanyol menyampaikan kekecewaannya atas minimnya dukungan yang diterima dari negara-negara anggota lainnya.

Meski sebagian besar negara menyatakan solidaritas kepada Madrid, sejumlah delegasi mempertanyakan apakah kebijakan migrasi terbaru Spanyol justru memberikan kesan bahwa negara tersebut terbuka bagi arus migran.

Perkuat Kebijakan Migrasi

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen menyambut pertemuan tersebut sebagai kesempatan untuk mengambil pelajaran dari krisis Ceuta dan memperkuat respons bersama Uni Eropa terhadap migrasi ilegal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Perkuat Kesiapan Awak Kapal, Kemenhub Gelar Workshop Safety Training untuk Hadapi Situasi Darurat
    Langkah sinergis Ditjen Hubla dan manajemen PT PELNI ...
  • Industri Nilam Butuh Terobosan, ARC USK Dorong SRG Jadi Solusi Tata Niaga
    Penerapan SRG nilam sangat krusial bagi sektor manufaktur ...
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Megapolitan
Pramono Tawarkan 37 Proyek ...
Megapolitan
Pramono dan Wali Kota New Y...
Advertisement
Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

Film "Lobang Buaya" Segera Hadir, Hanung Bramantyo Ingin Anak Muda Tak Melupakan Sejarah

21 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.