Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gerak Cepat, Padang Pariaman Prioritaskan Penanganan Longsor dengan Buka Akses Transportasi Warga

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 00:16 WIB | Oleh:
Gerak Cepat, Padang Pariaman Prioritaskan Penanganan Longsor dengan Buka Akses Transportasi Warga Doc: Antara foto
Ket. Kondisi jalan terban di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aur Malintang, Kabupaten Padang Pariaman, Sumbar akibat cuaca ekstrem yang terjadi pada Senin kemarin.

PADANG PARIAMAN - Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman, Sumatera Barat memprioritaskan penanganan empat titik longsor di jalan yang memutus akses transportasi warga akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah itu pada Senin (3/8).

"Keselamatan masyarakat adalah prioritas utama. Seluruh perangkat daerah kami minta meningkatkan koordinasi guna mempercepat penanganan di lapangan dan memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi," kata Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis seperti yang diterima ANTARA di Parik Malintang, Selasa.

Ia mengatakan pemerintah daerah telah menginstruksikan BPBD, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), pemerintah kecamatan, dan pemerintah nagari, serta meminta TNI-Polri untuk mempercepat penanganan di lapangan agar akses masyarakat dapat kembali normal.

Ia menyebutkan terdapat empat titik longsor yang menjadi prioritas penanganan yakni di Korong Kampuang Parit, Nagari Kudu Gantiang, Kecamatan V Koto Timur. Material longsor di lokasi tersebut menutup badan jalan sehingga akses menuju Kecamatan VII Koto Padang Sago tidak dapat dilalui kendaraan.

BPBD setempat telah berkoordinasi dengan pemerintah nagari dan Dinas PUPR untuk percepatan penanganan menggunakan alat berat guna membersihkan timbunan material dan membuka kembali jalur tersebut.

Selanjutnya, longsor terjadi di Korong Simpang Puruik, Nagari Lurah Ampalu, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak yang menyebabkan badan jalan menuju Nagari Limau tertutup material longsoran.

Lalu longsor juga terjadi di Korong Tanjung Balik, Nagari Lareh Nan Panjang Selatan, Kecamatan VII Koto Sungai Sariak. Material longsor di lokasi tersebut juga menutup badan jalan dan masih dalam proses penanganan.

Kemudian longsor di Korong Sungai Pingai, Nagari III Koto Aur Malintang Selatan, Kecamatan V Koto Aur Malintang. Di lokasi tersebut terjadi kerusakan infrastruktur paling signifikan karena badan jalan mengalami terban sepanjang kurang lebih tujuh meter dengan kedalaman sekitar 15 meter.

Kondisi tersebut menyebabkan kendaraan tidak dapat melintas sehingga untuk lokasi itu pemerintah daerah tidak hanya menyiapkan penanganan darurat, tetapi juga melakukan kajian teknis bersama instansi terkait sebagai dasar penentuan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan pembangunan trase jalan baru agar akses masyarakat dapat kembali berfungsi secara aman.

Hingga Senin malam, pemerintah daerah memastikan tidak terdapat korban jiwa akibat bencana tersebut. Namun, alat berat masih menjadi kebutuhan mendesak untuk mempercepat pembersihan material longsor dan penanganan jalan yang terban.

Selain longsor, lanjutnya sejumlah pohon juga tumbang sehingga menimpa sejumlah rumah dan jalan sehingga sempat mengganggu akses lalu lintas.

Bupati mengimbau masyarakat yang bermukim di perbukitan rawan longsor, dekat pepohonan, dan kawasan rawan banjir agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat BMKG masih memprediksi potensi hujan disertai angin kencang di sejumlah wilayah Sumbar.

"Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman akan terus hadir di tengah masyarakat dalam setiap kondisi. Kami memastikan seluruh jajaran tetap siaga melakukan penanganan hingga kondisi di wilayah terdampak kembali pulih," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Miley Cyrus Umumkan Album B...

Yura Yunita Rilis Lagu Terbaru “Pertiwi”

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Luar Negeri
Uni Afrika Kutuk Keras Kude...
Nasional
Mendag Dorong Produk Berday...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.