Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kekeringan dan Gelombang Panas Tak Berujung, Inggris Di Ambang Krisis Pangan

📅 Senin, 03 Agu 2026, 07:24 WIB | Oleh:
Kekeringan dan Gelombang Panas Tak Berujung, Inggris Di Ambang Krisis Pangan Doc: Istimewa
Ket. Bagi sektor pertanian Inggris, fenomena yang dulu dianggap luar biasa kini mulai menjadi kenyataan yang harus dihadapi hampir setiap tahun.

LONDON – Inggris menghadapi ancaman serius terhadap ketahanan pangannya. Gelombang panas yang berkepanjangan dan kekeringan yang melanda berbagai wilayah membuat para petani memperingatkan bahwa sejumlah bahan pangan berpotensi mengalami kelangkaan apabila kondisi ini terus berlanjut.

Dari The Guardian, peringatan itu disampaikan National Farmers' Union (NFU) di tengah prakiraan cuaca yang menunjukkan suhu di sejumlah wilayah Inggris masih akan menembus 30 derajat Celsius dalam beberapa hari ke depan. Otoritas kesehatan Inggris (UKHSA) bahkan telah mengeluarkan peringatan kesehatan akibat cuaca panas untuk delapan wilayah karena suhu ekstrem dinilai berisiko bagi kelompok rentan.

Presiden NFU, Tom Bradshaw, mengatakan perubahan iklim membuat kondisi cuaca ekstrem kini bukan lagi kejadian luar biasa, melainkan tantangan baru yang harus dihadapi sektor pertanian.

"Negara-negara yang selama ini menjadi pemasok pangan dan sayuran bagi kita juga mengalami perubahan iklim. Sangat mungkin akan terjadi kekurangan beberapa produk pangan," ujar Bradshaw.

Ia mendesak Perdana Menteri Inggris segera mengambil langkah konkret, termasuk memberikan insentif pajak bagi petani untuk membangun fasilitas penyimpanan air sebagai upaya menghadapi kekeringan yang diperkirakan akan semakin sering terjadi.

Menurut para petani, situasi tahun ini menjadi pukulan berat. Setelah sebelumnya diterjang banjir pada musim dingin yang menghambat masa tanam, lahan pertanian kini justru dilanda kekeringan. Pembatasan penggunaan air untuk irigasi membuat banyak tanaman gagal berkembang optimal.

Dampaknya mulai terlihat di lapangan. Tanaman gandum di sejumlah wilayah hanya tumbuh sekitar setengah dari tinggi normal, sementara proses panen dilakukan jauh lebih awal demi menyelamatkan hasil yang tersisa.

Badan Pengembangan Pertanian dan Hortikultura Inggris (AHDB) menyebut musim panen tahun 2026 menjadi yang paling awal sejak pencatatan dimulai pada 2006. Di banyak wilayah selatan dan timur Inggris, panen berlangsung dua hingga tiga minggu lebih cepat dibandingkan rata-rata.

Direktur Sereal dan Biji Minyak AHDB, Anthony Hopkins, mengatakan hasil panen sejauh ini berada di bawah rata-rata 10 tahun terakhir.

"Di sebagian besar wilayah Inggris, mesin pemanen beroperasi lebih awal dari biasanya. Hasil panen sereal secara umum berada di bawah rata-rata 10 tahun, dan beberapa pertanian mengalami penurunan yang signifikan," katanya.

Tekanan ekonomi yang dialami petani pun semakin berat. Selain menghadapi cuaca ekstrem, mereka juga harus menanggung kenaikan biaya produksi serta hilangnya berbagai subsidi pertanian yang sebelumnya diberikan melalui Uni Eropa.

Presiden Country Land and Business Association, Gavin Lane, bahkan memperingatkan bahwa bagi sebagian petani, musim panen tahun ini bisa menjadi yang terakhir.

"Ini adalah kekeringan ketiga dalam lima tahun. Apa yang dulu dianggap luar biasa kini menjadi kenyataan baru bagi pertanian Inggris," ujarnya.

Ia menambahkan pemerintah harus segera berinvestasi dalam pembangunan waduk, sistem penyimpanan air, hingga langkah pencegahan kebakaran hutan agar sektor pertanian mampu bertahan menghadapi perubahan iklim.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Daerah
Bandung Heritage Gelar Ajan...
Megapolitan
Pemkot Tangerang Tegaskan S...
Advertisement
Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik di Bantargebang, Pemkot Bekasi Bidik Tenaga Kerja Lokal.

14 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.