Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

OJK Siapkan Aturan Baru untuk Pinjol, Keamanan Siber Diperketat Saat Pembiayaan Tembus Rp105 Triliun

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim Penulis
OJK Siapkan Aturan Baru untuk Pinjol, Keamanan Siber Diperketat Saat Pembiayaan Tembus Rp105 Triliun Doc: Antara
Ket. Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner Bulanan (RDK) OJK di Jakarta, Selasa (4/8).

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyusun pedoman keamanan dan ketahanan siber bagi industri pinjaman daring (pindar) sebagai upaya memperkuat perlindungan terhadap risiko serangan siber yang semakin meningkat di sektor keuangan digital.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya (PVML) OJK Agusman mengatakan pedoman tersebut akan menjadi acuan bagi penyelenggara pindar dalam melakukan asesmen risiko siber secara berkala sekaligus meningkatkan kapabilitas keamanan dan ketahanan sistem.

"Pedoman ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penyelenggara dalam melakukan asesmen risiko siber secara berkala serta meningkatkan kapabilitas keamanan dan ketahanan siber," kata Agusman dalam konferensi pers hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan OJK di Jakarta, Selasa (4/8).

Menurut Agusman, risiko siber menjadi salah satu perhatian utama OJK karena seluruh proses bisnis industri pindar dilakukan melalui platform digital. Oleh sebab itu, penyelenggara diwajibkan menerapkan manajemen risiko siber yang memadai guna melindungi data konsumen dan menjaga keandalan sistem layanan.

Di sisi lain, industri pinjaman daring masih mencatat pertumbuhan yang kuat. OJK mencatat outstanding pembiayaan pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026 atau tumbuh 25,88 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).

Pertumbuhan tersebut diiringi tingkat risiko kredit macet atau tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) sebesar 4,26 persen.

Selain memperkuat keamanan siber, OJK juga terus mengawasi kepatuhan pelaku industri terhadap ketentuan permodalan.

Hingga saat ini, terdapat delapan dari 144 perusahaan pembiayaan yang belum memenuhi ketentuan modal inti minimum sebesar Rp100 miliar. Sementara itu, tujuh dari 94 penyelenggara pindar masih belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum sebesar Rp12,5 miliar.

Menurut Agusman, seluruh perusahaan tersebut telah menyampaikan action plan kepada OJK yang memuat langkah-langkah pemenuhan persyaratan modal sesuai ketentuan.

Dalam aspek penegakan kepatuhan, selama Juli 2026 OJK juga menjatuhkan sanksi administratif kepada sejumlah pelaku usaha sektor PVML atas pelanggaran terhadap ketentuan yang berlaku maupun hasil pengawasan dan tindak lanjut pemeriksaan.

Sanksi dikenakan kepada 21 perusahaan pembiayaan, delapan perusahaan modal ventura, 39 penyelenggara pindar, 11 perusahaan pergadaian, dua lembaga keuangan mikro, serta dua lembaga keuangan khusus.

Secara keseluruhan, OJK menjatuhkan 44 sanksi denda dan 132 sanksi peringatan tertulis.

"OJK berharap penegakan kepatuhan dan pengenaan sanksi tersebut dapat mendorong pelaku industri sektor PVML meningkatkan tata kelola, menerapkan prinsip kehati-hatian, serta memenuhi seluruh ketentuan yang berlaku sehingga dapat berkinerja lebih baik dan memberikan kontribusi yang optimal," ujar Agusman.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Rona
Yura Yunita Rilis Lagu Terb...
Nasional
Bulog Pastikan Stok Beras A...
Advertisement
Desil 1 Otomatis Diterima Kerja di Jobfair Karawang

Desil 1 Otomatis Diterima Kerja di Jobfair Karawang

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.