Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
pasang iklan di koran jakarta
Ads

El Nino Kuat 2026 Ancam Indonesia, Bappenas Siapkan Strategi Cegah Kerugian Rp2.000 Triliun

31 Selasa, 04 Agu 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim Penulis
El Nino Kuat 2026 Ancam Indonesia, Bappenas Siapkan Strategi Cegah Kerugian Rp2.000 Triliun El Nino Kuat 2026 Ancam Indonesia, Bappenas Siapkan Strategi Cegah Kerugian Rp2.000 Triliun Doc: Antara
Ket. Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8).

Jakarta - Pemerintah merumuskan arah respons empat kluster pembangunan utama dalam bentuk policy brief untuk menghadapi dan mengelola risiko yang ditimbulkan fenomena el-nino kuat.

“Sebagai langkah konkret untuk memperkuat ketahanan nasional, kami bersama kementerian dan lembaga (K/L) serta pemangku kepentingan terkait, telah menyusun policy brief respons lintas sektor dalam menghadapi el nino kuat tahun 2026," ucap Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup Kementerian PPN/Bappenas Leonardo A.A. Teguh dalam agenda Dialog Nasional “Memperkuat Respons Lintas Sektor Dalam Menghadapi Dampak El Nino Kuat” di Gedung Bappenas, Jakarta, Selasa (4/8).

Dokumen ini tidak hanya mengidentifikasi risiko, tapi juga memetakan sebaran dampak serta merumuskan arah respons dalam empat kluster pembangunan utama.

Berdasarkan hasil pemantauan dan analisis prediktif dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Indonesia diramalkan berpotensi menghadapi fenomena el nino kategori kuat pada semester II-2026 dengan curah hujan ekstrem rendah, yaitu di bawah 20 milimeter per bulan di sebagian wilayah.

Tanpa antisipasi dini, risiko kerugian ekonomi nasional akibat perubahan iklim pada pada sektor-sektor prioritas diperkirakan dapat mencapai lebih dari Rp2 ribu triliun, termasuk diperkuat dengan fenomena el nino.

Karena itu, Bappenas bersama K/L lainnya menyusun empat kluster pembangunan utama. Pertama ialah kluster hutan, lahan, dan pertanian yang terdapat potensi penurunan curah hujan dengan risiko kebakaran hutan dan lahan, terutama di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Strategi Mitigasi

Di sektor pertanian, lanjutnya, kekeringan mengancam produktivitas pangan, khususnya padi dan komoditas perkebunan seperti kelapa sawit dan kopi. Karena itu, perlu disiapkan penguatan operasi pemadaman dan modifikasi cuaca, aktivasi sumur bor, penyaluran benih tahan kekeringan, perbaikan irigasi, serta perlindungan pertanian melalui asuransi pertanian.

Di sisi lain, kondisi ini juga disebut dapat dimanfaatkan untuk optimalisasi budidaya tanaman musim kering seperti palawija, tebu, dan beberapa jenis holtikultura.

Dalam kluster energi dan sumber daya air, kekeringan berkepanjangan dinilai berpotensi menurunkan tabungan air dan debit sungai yang berdampak pada ketersediaan air baku, serta operasi pembangkit listrik tenaga air (PLTA). Respons yang disiapkan dapat mencakup pengerukan dan pemeliharaan infrastruktur tabungan air, konservasi daerah aliran sungai, dan operasi modifikasi cuaca.

“Di saat yang sama, berkuranganya tutupan awan membuka peluang peningkatan produksi listrik dari pembangkit listrik tenaga surya termasuk PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya) atap,” ungkap Teguh.

Selanjutnya, dalam kluster kesehatan, suhu tinggi dan perubahan kelembaban dikatakan bisa menciptakan kondisi yang mendukung berkembangnya vektor penyakit seperti dengue dan malaria. Atmosfer yang kering juga dapat menyebabkan risiko gangguan pernafasan.

Karena itu, strategi pencegahan dalam sektor kesehatan difokuskan pada penguatan surveillance penyakit sensitif iklim, kesiapsiagaan fasilitas kesehatan, jaminan pasokan air bersih di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), dan komunikasi risiko kepada masyarakat.

Terakhir, di klaster pangan akuatik, Teguh menyampaikan bahwa penguatan el nino dapat memicu fenomena upwelling yang membawa nutrisi ke permukaan air, sehingga berpotensi meningkatkan hasil tangkapan ikan pelagis seperti cakalang, tuna, dan tongkol, serta mendukung produksi garam nasional. Namun, budidaya air tawar dan rumput laut juga akan terdampak akibat perubahan suhu dan kualitas perairan.

Beberapa strategi mitigasi yang dapat dilaksanakan mencakup penyusunan kalender produksi, pemanfaatan data oseanografi, dan pendampingan teknologi budidaya yang efektif.

Berdasarkan policy brief tersebut, Pulau Jawa dinilai memiliki cakupan dampak yang paling luas, mulai dari air, pertanian, kesehatan, hingga PLTA, sekaligus menyimpan peluang besar untuk hal lain lain seperti PLTS untuk produksi garam.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kapasitas Produksi Menganggur, Industri Didesak Bangkit
    Berita yang sangat melegakan bagi kita yang bergerak ...
  • Jakarta Timur Bersiap Jadi Magnet Investasi Baru, Kawasan 370 Hektare Ini Dilirik
    Tidak akan sukses. Catat ini. Ormas sm warlok ...
  • Industri Makanan dan Minuman Tumbuh 7,04 Persen, KRISTA InterFOOD 2026 Perluas Peluang Bisnis
    Pencapaian kinerja industri mamin yang impresif ini tentu ...
  • Ekspor Tembus 4,85 Miliar Dolar AS, UGM Dorong Teknologi Hijau Industri Kulit
    Ekspor kulit tembus 4,85 miliar dolar AS, UGM ...
  • GrabMart Catat Lonjakan Pesanan Dini Hari, Strategi Pemasaran Brand Perlu Berubah
    Banyak sekarang pekerja kantoran sampe rumah malam, lalu ...
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

Gubernur Jabar Prihatin Banyak Warganya Terjerat Pinjol dan Judol

31 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.