Digitalisasi Jalan Terus, SDM Harus Siap! Ini Jurus Kemenperin Upgrade Pekerja Industri
📅 Sabtu, 02 Mei 2026, 22:47 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: Antara
JAKARTA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat komitmen mencetak dan mengembangkan sumber daya manusia (SDM) industri yang kompeten. Langkah ini jadi fondasi utama untuk memperkuat sektor manufaktur nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyebut SDM industri yang adaptif, produktif, dan berdaya saing tinggi adalah kunci menjaga momentum pertumbuhan manufaktur di tengah dinamika global.
“Industri manufaktur konsisten jadi motor penggerak utama ekonomi nasional. Karena itu, penguatan SDM industri harus terus diakselerasi lewat pendidikan vokasi, pelatihan berbasis kebutuhan industri, serta penguasaan teknologi digital,” ujar Menperin di Jakarta, Jumat (1/5), bertepatan dengan Hari Buruh Internasional.
Menperin menegaskan, melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI), Kemenperin menjalankan berbagai program pendidikan dan pelatihan vokasi hingga penguatan kompetensi industri 4.0.
Pendidikan vokasi dilaksanakan di 11 politeknik, 2 akademi komunitas, dan 9 SMK binaan Kemenperin yang tersebar di seluruh Indonesia. Selama 2025, unit pendidikan vokasi Kemenperin meluluskan 5.472 orang dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri manufaktur. Saat ini, pendaftaran Jalur Penerimaan Vokasi Industri (JARVIS) juga tengah dibuka di seluruh unit pendidikan Kemenperin.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk pelatihan vokasi, program digelar di 7 Balai Diklat Industri (BDI) berupa skilling, reskilling, upskilling, serta pelatihan berbasis kemitraan dengan industri. Sepanjang 2025, BPSDMI telah melatih, mensertifikasi, dan menempatkan kerja 1.362 orang lewat program tersebut.
Kemenperin juga mendukung Program Magang Nasional untuk mempercepat penyiapan tenaga kerja muda. Sebanyak 3.969 calon tenaga kerja telah difasilitasi magang di perusahaan industri dan instansi di lingkungan Kemenperin.
Selain menyiapkan tenaga kerja, BPSDMI mendorong lahirnya wirausaha industri baru lewat Inkubator Bisnis Balai Diklat Industri. Tahun lalu, program ini membina 37 tenant di 7 BDI. Perusahaan rintisan tersebut menyerap 212 karyawan baru dengan total omzet Rp11,5 miliar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Sejalan Making Indonesia 4.0, BPSDMI melalui Pusat Industri Digital Indonesia (PIDI) 4.0 menggelar pelatihan berbasis industri 4.0. Pendampingan dan konsultasi implementasi industri 4.0 juga diberikan ke sejumlah perusahaan untuk percepat transformasi digital.
“BPSDMI juga bekerja sama dengan 48 Lembaga Sertifikasi Profesi untuk fasilitasi sertifikasi kompetensi tenaga kerja industri,” tambah Menperin.
BPSDMI terus menyusun dan memperbarui Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) serta Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI) agar kompetensi SDM selaras dengan kebutuhan industri.
“Di era transformasi digital, Kemenperin aktif jalankan reskilling dan upskilling bagi pekerja industri. Ini agar tenaga kerja Indonesia adaptif dengan teknologi, otomatisasi, digitalisasi produksi, dan industri 4.0,” jelas Agus.
Menurutnya, transformasi digital butuh investasi teknologi dan kesiapan SDM. “Karena itu reskilling dan upskilling jadi prioritas agar tenaga kerja tetap relevan dan kompetitif,” tegasnya.
Data terbaru menunjukkan tenaga kerja industri pengolahan nonmigas terus naik. Dari 15,49 juta orang pada 2015 menjadi 18,90 juta pada 2019. Sempat turun karena pandemi, sektor ini pulih dan mencapai 20,26 juta orang pada Agustus 2025, tertinggi selama periode pengamatan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!