Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sungai Mengering, Reaktor Nuklir Prancis Mulai Bertumbangan

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 19:47 WIB | Oleh:
Sungai Mengering, Reaktor Nuklir Prancis Mulai Bertumbangan Doc: wikipedia

ISTANBUL - Perusahaan energi Prancis EDF mematikan tiga reaktor nuklir setelah kondisi kekeringan mengurangi debit air di Sungai Meuse dan Moselle, menurut laporan media setempat, Selasa (4/8).

Dua reaktor di Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Chooz di wilayah Ardennes, timur laut Prancis, serta satu reaktor di fasilitas Cattenom di Moselle masih belum beroperasi hingga Senin sore, menurut surat kabar Le Figaro.

EDF mematikan reaktor No. 1 Chooz pada Sabtu malam untuk mematuhi perjanjian tahun 1998 antara Prancis dan Belgia yang mengatur pengelolaan Sungai Meuse.

Reaktor kedua di pembangkit tersebut sudah tidak beroperasi sejak 11 Juli berdasarkan perjanjian yang sama.

Perjanjian tersebut memungkinkan penyesuaian produksi listrik demi menjaga debit air yang memadai bagi para pengguna Sungai Meuse, baik di Prancis maupun Belgia, demikian keterangan EDF.

Perusahaan itu juga mematikan salah satu reaktor di PLTN Cattenom pada malam hari antara Jumat dan Sabtu sebagai langkah pencegahan menyusul penurunan permukaan air di Sungai Moselle.

EDF juga telah mengurangi atau berencana mengurangi produksi di empat reaktor lainnya, yakni Bugey 3, Tricastin 4, serta Saint-Alban 1 dan 2.

Prancis mengoperasikan 57 reaktor nuklir yang menghasilkan sekitar 70 persen kebutuhan listrik nasional.

PLTN umumnya berlokasi di dekat sungai atau laut karena memerlukan pasokan air dalam jumlah besar untuk proses pendinginan. Saat terjadi kekeringan dan gelombang panas, penurunan debit sungai serta kenaikan suhu air dapat memaksa EDF membatasi atau menghentikan produksi.

Pembatasan tersebut bertujuan melindungi ekosistem perairan dengan mencegah peningkatan suhu air sungai akibat pembuangan air pendingin, sekaligus menghindari pelepasan limbah kimia maupun radioaktif tertentu ketika permukaan air sedang rendah.

Wilayah administratif Ardennes dan Moselle berstatus peringatan kuning gelombang panas pada Senin seiring suhu ekstrem yang terus melanda sebagian wilayah Prancis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Nasional
Wamendiktisaintek Sebut Tem...
Luar Negeri
Aljazair Buka Pintu Lebar I...

BNPB: Kualitas Udara Kalbar Berbahaya

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
BNPB: Kualitas Udara Kalbar...
Nasional
BNPB: OMC Penanganan Karhut...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.