Pendaftaran Program SMK Go Global Dibuka 12 Agustus, Simak Cara Daftarnya Disini!
📅 Rabu, 05 Agu 2026, 19:40 WIB | Oleh: OpikJAKARTA - Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI) membuka pendaftaran program SMK Go Global pada 12 Agustus mendatang untuk memberikan kesempatan talenta muda Indonesia dengan keahlian spesifik bekerja di luar negeri.
Mukhtarudin menyatakan bahwa pemerintah sudah memastikan ketersediaan pasar tenaga kerja di negara-negara tersebut, sehingga para peserta program dapat dilatih sesuai dengan keahlian yang dibutuhkan di masing-masing negara.
Mengingat saat ini sudah memasuki paruh tahun kedua, Program SMK Go Global pada 2026 difokuskan pada peningkatan keahlian (upskilling) para peserta melalui pelatihan bahasa, pelatihan teknis, dan sertifikasi.
Mukhtarudin menyatakan, para peserta harus sudah memiliki setidaknya satu keahlian spesifik yang dibutuhkan di negara penempatan agar dapat mengikuti program tersebut.
Misalnya, seorang peserta sudah memiliki keahlian di bidang pengelasan, maka pemerintah akan memberikan pelatihan bahasa dan memfasilitasi sertifikasinya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Begitu pula jika seseorang sudah memiliki kemampuan bahasa yang mumpuni dengan level kemahiran sesuai dengan ketentuan di negara tujuan, maka ia akan menerima pelatihan teknis dan sertifikasi.
“Karena ini sifatnya program quick win [aksi cepat dengan hasil konkret dalam waktu dekat], jadi kami mulainya dengan upskilling. Jadi, tidak dari nol,” kata Mukhtarudin.
Sementara itu, implementasi Program SMK Go Global pada 2027 dan tahun-tahun berikutnya diharapkan dapat diikuti oleh peserta yang belum memiliki keahlian sama sekali karena durasi pelaksanaan program yang lebih panjang.
Sebaiknya Anda baca juga:
Penyelenggaraan program pada tahun depan diharapkan dapat dimulai sejak Januari dengan keseluruhan proses diproyeksikan berlangsung dalam enam hingga tujuh bulan.
“Karena waktunya panjang, [pelaksanaan program] bisa 6 bulan sampai 7 bulan. Jadi kira-kira pelatihan bahasanya 3 bulan, pelatihan skill teknisnya mungkin 1 bulan sampai 2 bulan, sertifikasi mungkin 1-2 hari,” imbuhnya.
an memfasilitasi penempatan 40 ribu tenaga kerja Indonesia pada 2026.
“Tanggal 12 Agustus sudah mulai pendaftaran dan sekarang sudah publikasi [informasi pendaftaran ini] oleh seluruh balai-balai [Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/BP3MI] kami yang ada di 23 provinsi,” ujar Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia Mukhtarudin dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.
Ia menuturkan, program tersebut akan menyiapkan tenaga kerja terampil untuk berbagai sektor prioritas, seperti caregiver (pendamping/pengasuh), perawat (nurse), manufaktur, konstruksi, pengelasan (welder), hospitality (jasa pelayanan), transportasi, hingga agrikultur.
Para peserta program nantinya diarahkan mengisi peluang kerja di Jepang, Jerman, Korea Selatan, Malaysia, Singapura, Taiwan, Turki, Polandia, Maladewa, serta negara-negara Eropa lainnya sesuai kebutuhan pasar kerja. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!