Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BNPB Umumkan Banjir di Kota Padang Berangsur Surut

📅 Rabu, 05 Agu 2026, 19:20 WIB | Oleh:
BNPB Umumkan Banjir di Kota Padang Berangsur Surut Doc: BPBD Kota Padang

PADANG - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir yang melanda Kota Padang, Sumatera Barat, mulai berangsur surut. Warga yang sebelumnya mengungsi kini mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material lumpur.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan kondisi di sejumlah wilayah terdampak terus menunjukkan perbaikan. "Berdasarkan pembaruan kondisi, banjir di sejumlah wilayah terdampak sudah berangsur surut," kata Abdul, Rabu (5/8).

Abdul menjelaskan banjir dipicu hujan berintensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8) siang hingga sore. Tingginya curah hujan menyebabkan sejumlah sungai meluap dan merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 150 sentimeter.

Lima kecamatan terdampak banjir meliputi Kecamatan Kuranji, Koto Tangah, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, dan Nanggalo. Sejak banjir terjadi, petugas gabungan dari BPBD, Basarnas, TNI, Polri, serta relawan diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi warga dan melakukan pendataan dampak bencana.

Menurut Abdul, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat masih menetapkan Status Transisi Darurat ke Pemulihan Bencana berdasarkan Keputusan Gubernur Nomor 360-195-2026 yang berlaku hingga 18 September 2026. Status tersebut menjadi dasar bagi pemerintah daerah dan instansi terkait dalam mempercepat proses pemulihan serta perbaikan infrastruktur di wilayah terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih dapat terjadi.

"Warga diharapkan mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah, menghindari aktivitas di kawasan rawan banjir saat hujan lebat, serta segera melaporkan kondisi kedaruratan kepada petugas apabila terjadi potensi ancaman bencana demi keselamatan bersama," ujar dia. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp104.850...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.