Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemda DIY Lakukan Asesmen Anak Korban Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha

📅 Minggu, 26 Apr 2026, 19:10 WIB | Oleh:
Pemda DIY Lakukan Asesmen Anak Korban Dugaan Kekerasan di Daycare Little Aresha Doc: antara foto
Ket. Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta

YOGYAKARTA - Pemerintah Daerah (Pemda) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menegaskan pentingnya asesmen menyeluruh dalam penanganan anak korban dugaan kekerasan di Daycare Little Aresha, Kota Yogyakarta, yang sebelumnya digerebek aparat kepolisian.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pengendalian Penduduk (DP3APP) DIY Erlina Hidayati Sumardi di Yogyakarta, Minggu (26/4), mengatakan anak-anak yang diasuh di daycare tersebut memiliki latar waktu berbeda, mulai dari yang baru hingga telah bertahun-tahun berada di tempat itu.

“Dampaknya terhadap anak tentu berbeda-beda, tergantung kondisi masing-masing. Dampak yang muncul bisa beragam, tidak hanya psikologis, tetapi juga kesehatan dan tumbuh kembang. Karena itu diperlukan asesmen,” katanya.

Ia menjelaskan, asesmen dilakukan tidak hanya dari sisi psikologis, tetapi juga fisik untuk memastikan kondisi kesehatan serta tumbuh kembang anak.

Selain itu, pendampingan juga diberikan kepada orang tua yang berpotensi mengalami trauma setelah mengetahui kejadian tersebut.

“Di DIY tersedia layanan bagi masyarakat tanpa biaya, baik di tingkat Kota Yogyakarta melalui UPT Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) maupun di tingkat provinsi,” ujarnya.

Menurut dia, keterlibatan UPT PPA di Kabupaten Sleman dan Bantul juga diperlukan karena sebagian orang tua korban berdomisili di wilayah tersebut.

Untuk penanganan trauma dan pemulihan psikologis, pemerintah akan melibatkan pusat pembelajaran keluarga di Kota Yogyakarta, Sleman, dan Bantul, sementara penanganan kesehatan dilakukan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan dan rumah sakit yang ditunjuk. “Dari sisi pembiayaan akan ditanggung pemerintah daerah,” katanya.

Sementara itu, Kapolresta Yogyakarta Eva Guna Pandia mengatakan penggerebekan daycare pada Jumat (24/4) merupakan tindak lanjut laporan mantan karyawan yang menyaksikan dugaan praktik pengasuhan tidak manusiawi.

“Pelapor melihat adanya perlakuan tidak layak terhadap bayi dan anak, termasuk dugaan penganiayaan dan penelantaran, sehingga memutuskan mengundurkan diri dan melapor,” katanya.

Polresta Yogyakarta mencatat total anak yang pernah dititipkan di daycare tersebut mencapai 103 anak, dengan 53 anak di antaranya terverifikasi mengalami kekerasan fisik dan verbal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
  • Sangat Memprihatinkan Rumah Dinas TNI untuk Judol, Pelaku Kini Ditahan
    oknum2 begini ini yg bikin citra loreng jadi ...
Olahraga
Zverev Nomor Satu Dunia
Advertisement
Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

Ochi Rosdiana dan Jeff Smith Ungkap Pengalaman Mistis di Balik Film Lingsir Wengi: Motel Malioboro

13 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.