Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini untuk Tentukan Arah Perjalanan Bangsa
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 18:43 WIB | Oleh: SriyonoRetno berpendapat, kondisi tersebut terjadi karena dipicu oleh pola pikir perempuan itu sendiri. “Dengan bekal pendidikan yang memadai, pola pikir yang menghalangi perempuan menjadi pemimpin akan bisa diatasi,” ujar Retno.
Retno berharap, dengan kemajuan teknologi saat ini akan membuka akses terhadap berbagai informasi, sehingga masyarakat, baik laki-laki dan perempuan, memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan dirinya.
Wartawan senior Usman Kansong berpendapat bahwa perjuangan emansipasi dan kesetaraan mestinya dipelopori oleh perempuan sendiri, tidak berharap pada laki-laki.
Hal itu, ujar Usman, bisa dimulai dengan membiasakan menyebut perempuan ketimbang wanita.
Sebaiknya Anda baca juga:
Wanita, jelas dia, mengacu pada bahasa Jawa dari kata bisa ditata-tata. Lebih baik memakai kata perempuan yang lebih egaliter. “Karena dari kata-kata yang egaliter itulah awal mula perjuangan mencapai kesetaraan,” pungkas Usman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (1)
23 Apr 2026, 08:43 WIB.
Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam
BalasSilakan login via Google untuk dapat memberi komentar!