Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Belanja Kemenkes di NTT Capai Rp45,87 Miliar Triwulan I, Dukung Layanan Kesehatan dan Pendidikan

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 05:17 WIB | Oleh:
Belanja Kemenkes di NTT Capai Rp45,87 Miliar Triwulan I, Dukung Layanan Kesehatan dan Pendidikan Doc: antara foto
Ket. Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan di Kupang, Selasa (21/4),

KUPANG - Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Nusa Tenggara Timur mencatat realisasi belanja Kementerian Kesehatan di wilayah tersebut mencapai Rp45,87 miliar atau 16,32 persen dari total pagu Rp281,13 miliar pada triwulan I 2026.

Kepala Kantor Wilayah DJPb NTT Adi Setiawan di Kupang, Selasa (21/4), mengatakan realisasi tersebut tumbuh 14,34 persen secara tahunan (year on year/yoy) dan menunjukkan kinerja belanja yang positif dalam mendukung layanan kesehatan dan pendidikan.

Ia menjelaskan realisasi belanja tersebut terdiri atas dua fungsi, yakni kesehatan dan pendidikan.

Untuk fungsi kesehatan terealisasi sebesar Rp43,87 miliar atau 19,12 persen dari pagu Rp229,50 miliar, sedangkan fungsi pendidikan sebesar Rp2,00 miliar atau 3,89 persen dari pagu Rp51,66 miliar.

Ia mengatakan pada 2026, terdapat lima program yang ditetapkan, terdiri atas empat program teknis meliputi pelayanan kesehatan lanjutan, pelayanan kesehatan primer, pendidikan dan pelatihan vokasi, serta sistem ketahanan kesehatan, dan satu program dukungan manajemen.

Realisasi belanja program teknis tercatat sebesar Rp13,45 miliar atau 11,83 persen dari pagu Rp113,69 miliar, dengan pertumbuhan 50,78 persen (yoy).

“Output yang dihasilkan antara lain peningkatan sarana kesehatan, sarana pendidikan, tata kelola kelembagaan publik bidang pendidikan, serta prasarana pendidikan tinggi,” ujarnya.

Ia menambahkan program dukungan manajemen menjadi fondasi utama dalam memastikan pelaksanaan program berjalan efektif, efisien, dan akuntabel.

Anggaran dukungan manajemen sebesar Rp167,4 miliar hingga Maret 2026 telah terealisasi sekitar 19 persen atau Rp32,4 miliar yang digunakan untuk mendukung fungsi perencanaan, penganggaran, pelaporan, hingga pengawasan internal dijalankan secara baik.

Menurut Adi, dengan sistem manajemen yang kuat dan akuntabel dapat memitigasi risiko pelaksanaan program yang tidak tepat sasaran, tidak efisien, serta yang berpotensi menimbulkan penyimpangan.

Ia menegaskan belanja pemerintah yang tepat sasaran dan akuntabel menjadi penggerak utama dalam memperkuat kualitas layanan kesehatan dan pendidikan di NTT.

“Melalui peran strategis DJPb NTT dan satker lingkup Kemenkes RI di NTT, sinergi kebijakan fiskal dan sektor layanan publik terus ditingkatkan untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Yunani Diguncang Demo Besar...
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.