Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lestari Moerdijat: Butuh Komitmen Bersama Wujudkan Nilai-nilai Perjuangan RA Kartini untuk Tentukan Arah Perjalanan Bangsa

📅 Rabu, 22 Apr 2026, 18:43 WIB | Oleh:

Ketua Umum PB PGRI Unifah Rosyidi berpendapat bahwa di Indonesia saat ini mengalami lompatan-lompatan yang luar biasa dalam pemberdayaan perempuan, melalui afirmasi kebijakan.

Pada organisasi PGRI ini, ujar Unifah, tidak ada yang membeda-bedakan dalam memilih ketua organisasi.

Namun, ujar dia, bila tidak ada afirmasi melalui kebijakan, tidak bisa diwujudkan juga perempuan memimpin.

Pada 20 tahun terakhir, ujar Unifah, PGRI di 22 dari 36 provinsi,30%-nya dipimipin oleh perempuan. Menurut dia, ketua PGRI di tingkat kabupaten/kota mayoritas perempuan. “Perempuan itu bisa menjadi pemimpin untuk mewujudkan tujuan yang telah disepakati bersama,” ujar Unifah.

Ketika RA Kartini menulis surat yang dikirimkan kepada sahabatnya, menurut dia, sejatinya dia sedang membagikan pemikirannya kepada dunia luar.

Unifah berharap, gagasan RA Kartini dapat terus berkembang agar mampu tercipta kesetaraan yang dicita-citakan.

Ketua Umum Badan Pusat Wanita Tamansiswa Nyi Tri Yuliyanti Setyasari mengungkapkan bahwa emansipasi yang digagas RA Kartini sejatinya dilanjutkan oleh Nyi Hadjar Dewantara, istri pendiri Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara.

Organisasi Wanita Taman Siswa, ujar Nyi Tri Yuliarti, didirikan pada 3 Juli 1922 di Yogyakarta oleh Nyi Hadjar Dewantara.

Menurut Nyi Tri Yuliarti, Nyi Hadjar juga berjuang di sektor pendidikan. Ketika itu, tambah dia, Taman Siswa disebut sebagai sekolah liar oleh penjajah Belanda.

Nyi Hadjar menghadapi ancaman itu, ujar Nyi Tri Yuliarti, dengan mengajak para pamong datang ke rumah masyarakat untuk mengajari para siswa di rumah masing-masing. “Nyi Hadjar Dewantara melawan penjajah Belanda melalui jalan pendidikan dan merupakan salah satu inisiator Kongres Perempuan pertama di Yogyakarta di tengah kungkungan sosial dari penjajah Belanda,” ujarnya.

Menurut Nyi Tri Yuliarti, emansipasi memberi hak bagi perempuan untuk terus tumbuh sebagai individu dan memberi ruang sebagai pembelajar sepanjang hayat.

Ketua Dewan Pengurus Forum Pemimpin Redaksi Retno Pinasti mengira selama ini representasi perempuan di lingkungan kerjanya baik-baik saja.

Namun, tambah dia, setelah dirinya dipercaya menjadi pemimpin, ternyata mayoritas koleganya adalah laki-laki.

Like, Share, Comment:

Komentar (1)

Tendi Alfaro
Tendi Alfaro
23 Apr 2026, 08:43 WIB.

Komentar dihapus otomatis karena terindikasi sebagai spam

Balas
Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027
    Timnas bakal lebih tajam dengan tambahan pemain ini ...
  • Industri Tekstil RI Kalah Canggih dari China, Menperin Sarmuji Bongkar Biang Keroknya
    Langkah Kemenperin memprioritaskan restrukturisasi mesin yang telah berusia ...
  • Pasar Makin Prospektif, Kemenperin Pacu Industri Mainan Tembus Pasar Global
    Pencapaian ekspor mainan yang menembus USD 351,8 juta ...
  • Industri Mesin Diperkuat, Indonesia Tak Mau Terus Bergantung Impor
    Langkah strategis Ditjen ILMATE Kemenperin yang disampaikan oleh ...
  • Kemenperin Catat Sektor Industri Mainan Indonesia Serap 15.663 Naker
    Pencapaian surplus ekspor industri mainan nasional yang tembus ...
Olahraga
Mikel Arteta Perpanjang Kon...
Rona
Serangan Jantung Selalu Men...
Luar Negeri
Kabut Asap Makin Parah! Joh...
Megapolitan
Progres 79 Persen, Trase Ba...
Advertisement
Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

Profil Empat Nama Pemain Tambahan Timnas yang Akan Direkrut untuk Piala Asia 2027

07 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.