BI dan Perguruan Tinggi Siapkan SDM
📅 Rabu, 22 Apr 2026, 01:10 WIB | Oleh: Aloysius WidiyatmakaJAKARTA – Untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia (SDM) yang siap kerja, Bank Indonesia (BI) Provinsi Jakarta menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan lima perguruan tinggi di Jakarta. Langkah ini sebagai upaya untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.
“Kolaborasi ini menjadi langkah nyata untuk menjembatani dunia akademik dengan kebutuhan kebijakan di lapangan,” ujar Kepala Perwakilan BI Provinsi Jakarta, Iwan Setiawan, Selasa.
Iwan menegaskan bahwa sinergi dengan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membentuk generasi yang memiliki kemampuan kepemimpinan, adaptif, dan inovatif. Dengan begitu, mereka mampu berkontribusi bagi perekonomian nasional, khususnya dalam mendukung Jakarta sebagai kota global.
Sinergi diwujudkan melalui program “Pendidikan Kebanksentralan Provinsi Jakarta 2026.” Perguruan tinggi tersebut adalah Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Universitas Negeri Jakarta, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta, Indonesia Banking School, dan Universitas Trilogi.
Adapun program Pendidikan Kebanksentralan bukan sekadar bantuan pendidikan melainkan juga merupakan upaya mendorong lahirnya generasi yang unggul secara akademik. Selain itu,mereka juga mempunyai kompetensi relevan dengan dinamika ekonomi global yang semakin kompleks dan terdigitalisasi.
Sebaiknya Anda baca juga:
Nantinya, program kerja sama akan memilih sebanyak 385 mahasiswa. Mereka bakal menjadi penerima program ini dan tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (GenBI) Jakarta.
Lebih dari sekadar penerima beasiswa, para penerima manfaat diharapkan dapat berperan sebagai front liner, agen perubahan, dan pemimpin masa depan, dalam mendukung pelaksanaan tugas Bank Indonesia di Provinsi Jakarta. Mengusung semangat “Bersinergi, untuk Jakarta Menginspirasi,” GenBI Jakarta diharapkan mampu menghadirkan program-program yang berdampak nyata.
Ini mulai dari edukasi publik hingga kontribusi dalam penguatan UMKM dan ekonomi kreatif.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di sisi lain, BI mendorong perguruan tinggi untuk memperkuat riset yang aplikatif dan berdampak langsung terhadap kebijakan ekonomi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung transformasi Jakarta sebagai kota global yang tangguh, inklusif, dan berdaya saing.
Antarpelajar
Sementara itu, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif Irene Umar menekankan pentingnya kolaborasi antarpelajar dan empati pada saat ini dalam menjawab tantangan global agar dapat menciptakan dampak masa depan yang bermakna.
Dia berbicara dalam konteks Asia-Pacific Young Leaders Convention (APYLC) 2026 pada tanggal 20–24 April. Ini bukan sekadar forum, tetapi menjadi titik awal bagi generasi muda untuk mulai mengambil peran dalam membentuk masa depan yang ingin diwujudkan.
“Menjawab tantangan global juga tidak bisa dilakukan sendiri, tetapi membutuhkan kolaborasi serta pemahaman yang lebih mendalam terhadap permasalahan di dalam komunitas, agar kita dapat menciptakan dampak yang bermakna,” kata Irene Umar.
Direktur Binus School Sherrierose Garcia Gonzales menambahkan APYLC 2026 merupakan forum internasional bagi pelajar sekolah menengah atas dari berbagai negara di kawasan Asia-Pasifik untuk berkolaborasi, memperluas perspektif global, serta mencari solusi atas dinamika dunia saat ini.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!