Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Program MBG di MIN 2 Malang: Siswa Antre Rapi Nikmati Makan Bergizi Gratis

📅 Senin, 20 Apr 2026, 12:02 WIB | Oleh:

Murid MIN 2 Kota Malang kompak mendukung penerapan MBG prasmanan ini karena mampu menghadirkan suasana berbeda, yakni siswa bisa mengambil menu, sesuai dengan porsi makan sehari-hari, tetapi tetap diawasi oleh tim pemorsian dari SPPG tersebut, sehingga makanan tetap sesuai standar gizi.

Dukungan keberlanjutan MBG prasmanan ini muncul karena memiliki rasa yang enak, tak jauh berbeda dengan paket makanan yang dibagikan melalui model ompreng.

"Saya menginginkan ada lagi ya, menurutku, semoga MBG ini bisa dilanjutkan dengan prasmanan," ucapnya.

Yusuf, salah satu orang tua pelajar, menyampaikan MBG prasmanan merupakan konsep baru dan layak diterapkan, karena merupakan inovasi yang menggerakkan program tersebut.

Model itu dinilainya juga akan lebih memudahkan proses penyajian kepada anak-anak, karena penerima manfaat MBG langsung antre di satu tempat yang sama dan kemudian tidak ada makanan yang tak termakan karena para pelajar bisa menyesuaikan makanan, sesuai porsinya.

Hal serupa disampaikan wali murid lainnya, Friska Setya. Dia berharap inovasi MBG ini bisa berlanjut diterapkan, meski konteksnya masih uji coba.

Konsep itu dinilai lebih menghemat waktu dan setelah makan, anak-anak bisa langsung kembali ke kelas untuk berkonsentrasi melanjutkan jam pelajaran.

Secara keseluruhan, orang tua murid menilai bahwa model MBG ini perlu terus dievaluasi, sehingga bisa lebih sempurna ke depannya.

Komponen yang perlu lebih ditata adalah persoalan waktu penerapan. Meskipun demikian, masing-masing orang tua memiliki pandangan berbeda, ada yang menginginkan diterapkan pagi hari saat jam istirahat pertama dan beberapa lainnya berkeinginan agar waktu pelaksanaan dari inovasi ini bisa lebih dihitung secara detail, sehingga tak sampai memengaruhi jam efektif belajar.


Ketepatan formulasi

Karena tahapan uji coba, banyak hal perlu disempurnakan agar realisasi ke depan bisa berbuah hasil memuaskan. Penyesuaian dilakukan, khususnya persoalan waktu.

Jadwal istirahat di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 2 Kota Malang sekitar 15-20 menit. Sementara, ketika uji coba dilakukan butuh waktu 30 menit menjalankan MBG prasmanan, yang di dalamnya sudah termasuk hitungan estimasi, mulai dari pelajar mengantre, mengambil makanan, sampai para pelajar menghabiskan makanannya.

Evaluasi waktu menjadi pertimbangan awal. Ini juga untuk memastikan ketepatan waktu jam belajar mengajar, seusai jadwal istirahat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Daftar Produk Usang Apple, Ada iPhone X dan MacBook Pro 15, Siap-siap Sulit Layanan Perbaikan!
    Preview komentar:
    Kami pakai Apple bukan utk diperbaiki, rusak buang, ...
  • Sejahterakan Petani lewat Percepatan Hilirisasi Pangan
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah dalam mendorong percepatan hilirisasi pangan ...
  • BNI Perkuat Tata Kelola SDM lewat LSP dan Sertifikasi ISO
    Preview komentar:
    Langkah strategis BNI dalam mengintegrasikan lisensi resmi dari ...
Nasional
Viral Modus Foto AI, Pria M...

Korban Tewas Tembus 2.100, Ebola Kongo Meluas ke Provinsi Keenam

5 jam yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Korban Tewas Tembus 2.100, ...
Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

Bukan Asal Hitung! Tujuh Dikurangi Tiga, Target Emas dari Nomor yang Tak Dipertandingkan

14 Aug 2026
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.