Bukan Sekadar Renovasi! Komisi X Minta Perbaikan Sekolah Penuhi Kebutuhan Dasar Siswa
📅 Sabtu, 15 Agu 2026, 00:11 WIB | Oleh: Marcellus WidiartoJAKARTA - Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian mengingatkan program revitalisasi sekolah harus memenuhi kebutuhan dasar peserta didik dan menciptakan lingkungan belajar yang aman, sehat, dan nyaman.
"Program renovasi sekolah ini perlu dilaksanakan dengan standar yang jelas dan tidak berhenti pada perbaikan ruang kelas atau struktur bangunan," kata Hetifah dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.
Hetifah mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto melakukan renovasi dan revitalisasi sekolah secara besar-besaran di seluruh Indonesia.
Menurut dia, program tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan atau perbaikan gedung, tetapi memastikan setiap anak memiliki tempat belajar yang aman, layak, sehat, dan mendukung pembelajaran berkualitas.
Percepatan perbaikan sekolah, lanjutnya, penting untuk mengatasi kesenjangan sarana dan prasarana pendidikan yang masih terjadi di berbagai daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu, Hetifah memberi perhatian khusus pada komitmen pemerintah memastikan program tersebut menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Ia menyebut salah satu fasilitas yang perlu mendapat perhatian serius adalah kamar kecil atau toilet sekolah.
Menurut Hetifah, toilet yang bersih, sehat, layak, dan memadai merupakan bagian penting dari lingkungan pendidikan, tetapi masih menjadi persoalan di sejumlah sekolah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menekankan perbaikan sarana dan prasarana sekolah harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pembelajaran.
Sekolah yang telah diperbaiki secara fisik perlu dilengkapi fasilitas pendidikan yang memungkinkan guru dan peserta didik memanfaatkan berbagai sumber belajar secara optimal.
Dalam konteks tersebut, Hetifah mengapresiasi kebijakan pemerintah memperluas penyediaan interactive flat panel (IFP) atau layar pintar digital di sekolah.
Menurut dia, pemerintah telah mendistribusikan satu unit IFP ke setiap sekolah pada 2025 dan menargetkan penambahan tiga unit atau lebih per sekolah pada akhir 2026.
"Penambahan layar digital ini merupakan langkah positif karena revitalisasi sekolah harus sekaligus mempersiapkan ruang belajar yang sesuai dengan tuntutan zaman," ujarnya.
Ia mengatakan anak-anak harus memiliki kesempatan yang sama memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran, baik di perkotaan maupun daerah terpencil.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!