Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kemenkes: Tren Kasus Campak Alami Penurunan

📅 Minggu, 12 Apr 2026, 19:25 WIB | Oleh:
Kemenkes: Tren Kasus Campak Alami Penurunan Doc: YouTube Kemenkes
Ket. Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni 

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat tren kasus campak nasional menunjukkan penurunan signifikan sepanjang awal 2026. Meski demikian, Kemenkes tetap meningkatkan kewaspadaan dengan memperkuat perlindungan bagi tenaga kesehatan dan tenaga medis.

Pelaksana Tugas (PLT) Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, menyebut kasus campak mencapai puncaknya pada minggu pertama 2026 dengan 2.220 kasus. Angka tersebut kemudian turun tajam menjadi 195 kasus pada minggu ke-13.

“Capaian Outbreak Response Immunization (ORI) di 10 kabupaten/kota terdampak terus dikejar. Per 9 April 2026, Kota Depok telah mencapai 100 persen, diikuti Kabupaten Bima 80,8 persen dan Kota Palembang 60,9 persen,” kata Andi Saguni dalam keterangan pers di Jakarta, Sabtu (11/4).

Kemenkes memulai pemberian imunisasi Measles-Rubella bagi tenaga medis, tenaga kesehatan, serta dokter internship di seluruh Indonesia. Program ini bertujuan melindungi tenaga kesehatan sekaligus memutus rantai penularan campak di fasilitas pelayanan kesehatan.

“Program imunisasi tersebut menyasar 39.212 tenaga medis dan 223.150 tenaga kesehatan di 14 provinsi dengan kasus campak tertinggi. Selain itu, vaksinasi juga diberikan kepada 28.321 dokter umum dan dokter gigi yang sedang menjalani program internship di seluruh Indonesia,” ujar Andi.

Ia menambahkan imunisasi MR bagi tenaga kesehatan resmi dimulai pada 10 April 2026 di rumah sakit tempat mereka bekerja. Setiap tenaga kesehatan akan menerima vaksin dengan dosis 0,5 mililiter yang diberikan melalui injeksi subkutan.

“Imunisasi MR ini diharapkan dapat melindungi tenaga kesehatan. Sekaligus untuk membantu penanggulangan kasus campak di Indonesia,” kata Andi.

Sementara, Kepala Biro Kesehatan Aji Muhawarman menyebut pasien mengalami demam, ruam merah, dan sesak napas yang semakin memburuk. “Pasien diduga mengalami penyakit campak dengan komplikasi pneumonia yang memperburuk kondisi kesehatannya,” kata Aji Muhawarman saat dikonfirmasi pada 27 Maret lalu.

Berdasarkan hasil investigasi sementara, Aji menyebut kondisi pasien terus menurun hingga akhirnya dirawat di RSUD Cimacan pada 26 Maret 2026. Ia mengatakan tim medis disebut telah memberikan penanganan sesuai standar yang berlaku. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

Saham SpaceX Meroket, Elon Musk Jadi Triliuner Pertama di Dunia

13 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.