Direksi Baru KPEI Resmi Bertugas, Tantangan Pasar Modal Menanti
📅 Selasa, 23 Jun 2026, 13:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Penguatan struktur organisasi perusahaan menjadi langkah penting untuk meningkatkan efektivitas tata kelola dan daya saing usaha.
Struktur yang lebih adaptif memungkinkan pembagian tugas, wewenang, dan tanggung jawab berjalan lebih jelas sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan akurat.
Selain meningkatkan efisiensi operasional, penguatan organisasi juga membantu perusahaan merespons perubahan pasar, mengelola risiko dengan lebih baik, serta mendukung pencapaian target pertumbuhan jangka panjang.
Lembaga Self-Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia yaitu PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) menetapkan jajaran direksi baru periode tahun 2026-2030.
Pengangkatan jajaran direksi baru sejalan dengan penguatan struktur organisasi perseroan untuk mendukung kebutuhan bisnis dan pengembangan layanan yang semakin kompleks.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Dalam periode kepengurusan 2026-2030, KPEI melakukan perluasan struktur organisasi melalui penambahan direktorat baru dan penyesuaian pembagian fungsi kerja,” ujar Sekretaris Perusahaan KPEI Lisda Sitohang sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa (23/6).
Dalam RUPST, para pemegang saham menyepakati pengangkatan Antonius Herman Azwar sebagai Direktur Utama, menggantikan Iding Pardi yang telah ditetapkan sebagai Direktur Pengembangan PT Bursa Efek Indonesia (BEI).
Kemudian, para pemegang saham menyepakati pengangkatan Satya Birawa sebagai Direktur Kliring, Penjaminan, dan Pengawasan. Lalu, Irmawati sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Proyek.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selanjutnya, pemegang saham juga menyepakati Ignatius Denny Wicaksono sebagai Direktur Keanggotaan, Riset, dan Dukungan Bisnis.
Melalui kepemimpinan baru, Lisda memastikan KPEI akan menjaga kesinambungan dan berfokus untuk menjadi pilar utama dalam pasar keuangan Indonesia, dengan mengadopsi standar internasional dan mengedepankan efisiensi, keandalan, keamanan, dan peningkatan kepercayaan pasar.
“KPEI sebagai CCP akan bertransformasi dari Clearing Provider menjadi Central Clearing, Risk Management dan Collateral Management Hub yang mengintegrasikan pasar keuangan domestik, regional, dan global,” ujar Lisda.
Ia melanjutkan, transformasi perseroan akan memperkuat fondasi pasar keuangan nasional melalui konektivitas dan optimalisasi collateral lintas pasar, serta pengelolaan risiko yang lebih efisien.
“Komitmen ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas dan arus modal, serta menguatkan stabilitas dan daya saing pasar keuangan Indonesia,’ ujar Lisda.
Berikut merupakan jajaran direksi KPEI periode tahun 2026-2030.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!