Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Gedung Putih Izinkan Lagi TikTok di Perangkat Pemerintah AS

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 03:05 WIB | Oleh:
Gedung Putih Izinkan Lagi TikTok di Perangkat Pemerintah AS Doc: Anna Moneymaker/Getty Images/AFP
Ket. Presiden AS, Donald Trump.

WASHINGTON - Pemerintahan Presiden Donald Trump telah mencabut pembatasan penggunaan TikTok pada perangkat pemerintah federal, setelah menemukan bahwa aplikasi media sosial populer tersebut tidak lagi menimbulkan ancaman keamanan nasional menyusul pengalihan operasionalnya di AS kepada investor Amerika.

Dalam memo tertanggal 11 Agustus 2026, Kantor Manajemen dan Anggaran Gedung Putih mencabut arahan tahun 2023 yang melarang penggunaan layanan berbagi video tersebut pada peralatan pemerintah karena kekhawatiran bahwa kepemilikan TikTok oleh perusahaan Tiongkok saat itu menimbulkan risiko keamanan.

Memo tersebut menyusul opini tertulis pada bulan Juli dari Departemen Kehakiman yang menyimpulkan bahwa TikTok tidak lagi memenuhi syarat sebagai “aplikasi yang tercakup” berdasarkan undang-undang yang disahkan pada tahun 2022 yang melarang penggunaannya di platform federal.

Keputusan tersebut diambil setelah selesainya kesepakatan pada bulan Januari untuk mentransfer kendali bisnis aplikasi tersebut di AS dari perusahaan induknya asal Tiongkok, ByteDance, ke konsorsium perusahaan Amerika yang dipimpin oleh Oracle dan perusahaan ekuitas swasta Silver Lake Management.

Kesepakatan yang diatur oleh Presiden Donald Trump itu dirancang untuk menyelamatkan aplikasi tersebut dari larangan AS berdasarkan undang-undang tahun 2024 yang dipicu oleh kekhawatiran bahwa TikTok dan ByteDance dapat berbagi informasi tentang pengguna AS dengan otoritas Tiongkok.

Beroperasi Independen

Pendapat Departemen Kehakiman menyatakan bahwa versi TikTok saat ini beroperasi secara independen dari ByteDance dan mayoritas sahamnya kini dimiliki oleh investor Amerika.

Di bawah kepemilikan barunya, aplikasi tersebut "telah merevisi algoritma rekomendasi konten dan program keamanan siber yang awalnya dikembangkan oleh ByteDance untuk melindungi informasi pemerintah federal dari fitur keamanan yang mengkhawatirkan yang awalnya memotivasi pelarangan tersebut".

Penjualan TikTok terjadi setelah perebutan selama setahun terkait kekhawatiran keamanan nasional AS yang muncul akibat hubungan aplikasi tersebut dengan Tiongkok.

TikTok dan pemerintah di Beijing telah menolak klaim dari para pembuat kebijakan AS bahwa data pengguna dapat dieksploitasi dan bahwa aplikasi tersebut dapat digunakan oleh Tiongkok untuk menyebarkan narasi tertentu atau menyebarkan disinformasi.

Seperti diketahui, Trump sebelumnya memuji TikTok dan menyebut aplikasi itu membantunya memenangkan pemilihan 2024, dan dia menyampaikan rasa terima kasih kepada pemimpin Tiongkok Xi Jinping karena telah membantu membuka jalan bagi persetujuan penjualan tersebut.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Pramono Buka Alasan Tarif L...

ITS Ubah Limbah Peternakan dan Pertanian di Papua Barat Jadi Energi

32 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
ITS Ubah Limbah Peternakan ...
Olahraga
Arthur Fils Mundur dari Dav...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

36 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.