Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pemkot Bogor Optimalkan Penanganan Pengangguran Lewat Padat Karya

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 16:05 WIB | Oleh:
Pemkot Bogor Optimalkan Penanganan Pengangguran Lewat Padat Karya Doc: kotabogor.go.id

BOGOR - Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terus menekan angka pengangguran, salah satunya melalui program padat karya. Tahun ini, kuota peserta padat karya berjumlah 1.727 orang dari enam kecamatan se-Kota Bogor.

Program padat karya ini diharapkan mampu menjadi solusi bagi masyarakat Kota Bogor yang belum mendapatkan pekerjaan.

Secara simbolis, Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, membuka kegiatan padat karya di Lapangan Heulang, Tanah Sareal, Kamis (13/8).

Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin menegaskan, untuk membuat Kota Bogor lebih bersih, dibutuhkan partisipasi dari seluruh unsur masyarakat. Apalagi, program padat karya bukan kali pertama dilakukan Pemkot Bogor.

Sudah bertahun-tahun program ini konsisten dijalankan. Bahkan, tahun ini demi memperluas jangkauan penanganan pengangguran, jumlah kuota peserta menjadi yang paling besar.

“Tentu ini menjadi kolaborasi yang nyata antara Pemkot Bogor dan DPRD. Bahkan kalau tahun depan bisa ditambah, selama anggarannya ada, kita akan lakukan,” tutur Wakil Wali Kota Jenal Mutaqin.

Meskipun hanya 10 hari bekerja, setidaknya Pemkot Bogor telah memberikan stimulus kepada masyarakat. Sehingga, kecintaan masyarakat terhadap Kota Bogor juga perlu terus ditumbuhkan.

“Mustahil Bogor bisa lebih sejahtera, lebih bersih, lebih rapi, kalau masyarakatnya sendiri tidak cinta terhadap kotanya. Kota yang bersih mencerminkan masyarakatnya. Begitu pula sebaliknya,” ungkap Wakil Wali Kota Bogor.

Peserta padat karya tahun ini berasal dari beragam unsur masyarakat yang masuk dalam Desil 1. Termasuk di dalamnya para seniman jalanan dan sopir angkutan kota (angkot) yang terdampak pengurangan masa usia teknis.

“Para peserta juga mendapatkan BPJS Ketenagakerjaan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan,” ucap dia.

Di tempat yang sama, Wakil Ketua DPRD Kota Bogor, Dadang Danubrata, menambahkan bahwa program padat karya diharapkan mampu menjadi solusi dan membantu masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan bekerja.

“Saya juga berpesan bapak ibu yang menjadi peserta padat karya bisa terus menjaga kesehatan. Mudah-mudahan Pemkot Bogor dan DPRD bisa terus bersinergi, terutama untuk anggaran padat karya ini,” kata Dadang.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Tenaga Kerja Kota Bogor, Shahib Khan, melaporkan bahwa dari total 1.727 orang tersebut terdiri atas pengawas sebanyak 35 orang dan pekerja sebanyak 1.692 orang. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...

DPR sahkan UU APBN 2027

19 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
 DPR sahkan UU APBN 2027
Nasional
DPD Dorong Kolaborasi Linta...
Luar Negeri
Krisis Dana UNHCR Mengancam...
Advertisement
Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

Pendaftaran Lowongan Pegawai KAI Hanya Lewat Situs Resmi & Gratis, Pencari Kerja Diminta Waspadai Penipuan

29 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.