Arsitek Reformasi Ekonomi Tiongkok, Zhu Rongji, Meninggal Dunia di Usia 97 Tahun
📅 Kamis, 13 Agu 2026, 15:13 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SBEIJING – Salah satu tokoh yang ikut mengubah wajah ekonomi Tiongkok telah berpulang.
Dari Channel News Asia, mantan Perdana Menteri Tiongkok Zhu Rongji meninggal dunia pada usia 97 tahun, Rabu, 12 Agustus 2026. Media pemerintah Xinhua melaporkan Zhu meninggal pada pukul 11.06 waktu setempat setelah menjalani perawatan karena sakit.
Zhu bukan sekadar mantan kepala pemerintahan. Namanya melekat pada salah satu periode paling menentukan dalam perjalanan ekonomi Tiongkok: ketika Beijing mulai meninggalkan banyak karakter ekonomi terencana dan semakin membuka diri terhadap pasar global.
Ia menjabat sebagai wakil perdana menteri pada 1991-1998, sebelum kemudian menjadi perdana menteri hingga awal 2003.
Dalam masa jabatannya, Zhu dikenal sebagai pemimpin yang berani mengambil keputusan sulit, termasuk merombak perusahaan milik negara, menekan inflasi, memperkuat kendali pemerintah pusat atas penerimaan pajak dan mendorong reformasi sektor perumahan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Namun, warisan terbesarnya mungkin adalah keberhasilannya membawa Tiongkok semakin dekat dengan ekonomi dunia.
Perjuangan ke WTO
Salah satu pertarungan ekonomi terbesar Zhu adalah negosiasi agar Tiongkok bergabung dengan World Trade Organization (WTO).
Sebaiknya Anda baca juga:
Negosiasi berlangsung panjang dan penuh tarik-menarik. Zhu bahkan harus menghadapi kekhawatiran dari dalam negeri sendiri bahwa konsesi yang diberikan kepada negara-negara lain terlalu besar dan justru dapat menghantam perekonomian Tiongkok.
Namun Zhu tetap mendorongnya.
Tiongkok akhirnya bergabung dengan WTO pada 2001, sebuah langkah yang kemudian menjadi salah satu fondasi penting bagi lonjakan ekspor, investasi asing, dan integrasi Tiongkok ke dalam rantai pasok global.
Dalam sebuah pidato di MIT pada 1999, Zhu membela konsesi yang diberikan Tiongkok selama proses negosiasi.
"Tiongkok telah memberikan konsesi yang sangat besar."
Namun, menurut Zhu, konsesi tersebut justru diperlukan untuk meningkatkan persaingan dan daya saing ekonomi Tiongkok.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!