Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bisa Pengaruhi Pasar, Akses Awal Unggahan Trump di Truth Social Dijual Rp1,6 Miliar

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 04:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bisa Pengaruhi Pasar, Akses Awal Unggahan Trump di Truth Social Dijual Rp1,6 Miliar Doc: AFP
Ket. Majalah keuangan Forbes memperkirakan kekayaan bersih Trump melonjak dari 2,3 miliar dolar AS menjadi 6,5 miliar dolar AS sejak 2024, ketika ia memenangkan pemilihan presiden melawan Kamala Harris.

NEW YORK – Dua kelompok media Amerika Serikat pada Rabu (12/8), menggugat Presiden Donald Trump terkait langkahnya mengenakan biaya untuk mendapatkan akses lebih awal terhadap unggahan Truth Social yang kerap memengaruhi pasar.

Gugatan yang diajukan di New York oleh The Intercept dan Freedom of the Press Foundation tersebut menyebut skema itu sebagai tindakan yang “luar biasa, korup, dan inkonstitusional”.

Pelanggan layanan berbayar tersebut disebut akan mendapatkan akses hampir secara instan terhadap pesan-pesan Trump di platform Truth Social, beberapa detik penting lebih awal dibandingkan masyarakat umum.

Miliarder Partai Republik itu kerap menggunakan platform tersebut untuk mengumumkan berbagai informasi penting, mulai dari perkembangan perang Iran hingga kebijakan tarif perdagangan, yang dapat seketika membuat nilai aset di pasar anjlok maupun melonjak.

Menurut gugatan yang diajukan pada 12 Agustus, akses awal ke layanan tersebut dapat dikenakan biaya hingga 100.000 dolar AS (sekitar Rp1,6 miliar) per bulan, atau 60.000 dolar AS per bulan bagi pengguna yang berkomitmen berlangganan selama tiga tahun.

“Skema ini sangat korup. Presiden berpotensi memperoleh keuntungan finansial dengan memberikan informasi pemerintah yang ‘dapat menggerakkan pasar’ kepada mereka yang bersedia dan mampu membayar perusahaan pribadinya,” demikian isi dokumen gugatan tersebut.

Trump Media & Technology Group, perusahaan yang mengoperasikan platform tersebut, telah menepis kekhawatiran terkait layanan bernama Truth API itu. Layanan tersebut pertama kali diperkenalkan pada pertengahan Juli.

Desakan Penyelidikan

The Intercept, organisasi berita nirlaba AS, dan Freedom of the Press Foundation, yang mengoperasikan basis data untuk melacak unggahan di Truth Social, berpendapat bahwa layanan berbayar tersebut menghambat kemampuan mereka untuk meliput aktivitas Trump secara tepat.

“Akses tepat waktu terhadap unggahan Presiden sangat penting bagi kedua organisasi,” demikian isi gugatan tersebut. Mereka meminta pengadilan menyatakan Truth API ilegal dan memblokir unggahan-unggahan berikutnya melalui layanan tersebut.

Sejumlah anggota parlemen dari Partai Demokrat telah menyerukan penyelidikan terhadap layanan tersebut oleh Securities and Exchange Commission (SEC), lembaga yang mengatur pasar keuangan AS.

CEO interim Trump Media, Kevin McGurn, mengatakan pekan ini bahwa Truth API telah mulai menghasilkan pendapatan dengan 10 perjanjian pelanggan yang telah ditandatangani, meskipun ia tidak mengungkapkan identitas para klien tersebut.

The Wall Street Journal melaporkan bahwa perusahaan perdagangan menjadi salah satu pelanggan pertama yang berlangganan layanan tersebut.

Pada 10 Agustus, Trump Media melaporkan lonjakan kerugian hingga 10 kali lipat pada kuartal II 2026, yang dikaitkan dengan penurunan nilai aset digital milik perusahaan.

Trump, seperti sejumlah kerabat dekatnya, dituduh telah memperoleh keuntungan hingga miliaran dolar selama masa jabatan keduanya di Gedung Putih melalui usaha cryptocurrency, transaksi properti, perdagangan saham, serta pembayaran dari sejumlah gugatan hukum.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Pramono Buka Alasan Tarif L...

ITS Ubah Limbah Peternakan dan Pertanian di Papua Barat Jadi Energi

34 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
ITS Ubah Limbah Peternakan ...
Olahraga
Arthur Fils Mundur dari Dav...

Anggaran Dipangkas, Gerak BNPB Terbatas

38 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Anggaran Dipangkas, Gerak B...
Advertisement
Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

Pesan Terakhir Pukul 15.04, Ini Kronologi dan Update Pencarian Jurnalis Hilang Kontak di Perairan Selat Sunda

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
# 4
# 4
Wapres Sara Duterte Bayar Uang Jaminan
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.