Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

G7 Kurangi Ketergantungan Pasokan Mineral dari Tiongkok

📅 Rabu, 17 Jun 2026, 00:56 WIB | Oleh: Tim Redaksi
G7 Kurangi Ketergantungan Pasokan Mineral dari Tiongkok Doc: istimewa

Mineral Strategis

Tokyo - Para pemimpin negara Kelompok Tujuh (G7) memulai KTT selama tiga hari di Prancis, Senin (15/6), dengan mengevaluasi apakah kesepakatan sementara antara Amerika Serikat dan Iran dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah dan mencegah konflik lebih luas.

Dalam jamuan makan malam, PM Jepang Sanae Takaichi—yang untuk pertama kali menghadiri KTT G7 sejak dilantik pada Oktober 2025, mengusulkan adanya kemitraan cadangan strategis bersama guna memperkuat kesiapan dan ketahanan rantai pasokan mineral kritis.

Seperti dikutip dari Antara, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Jepang, Takaichi mengusulkan itu karena ada kekhawatiran tentang ketergantungan berbagai mineral penting secara berlebihan terhadap Tiongkok, seperti unsur tanah jarang yang sangat diperlukan industri teknologi tinggi.

Takaichi juga menyambut baik kesepakatan yang diumumkan Presiden AS Donald Trump, Minggu (14/6), sebagai langkah signifikan menuju de-eskalasi.

Dia pun menekankan perlunya mencapai kesepakatan akhir sesegera mungkin untuk memastikan implementasi kesepakatan, menjamin navigasi bebas dan aman melalui Selat Hormuz, serta mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

AS dan Iran telah mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang selama, yang dimulai dengan serangan militer terhadap Iran sejak akhir Februari.

Kesepakatan itu dijadwalkan akan ditandatangani dengan upacara resmi di Jenewa pada Jumat (19/6).

KTT G7 di Prancis menandai pertemuan tatap muka pertama para pemimpin G7 sejak konflik Timur Tengah terjadi.

Presiden Prancis Emmanuel Macron, sebagai ketua KTT G7 tahun ini, mengatakan para pemimpin kelompok tersebut akan membahas pembukaan kembali Selat Hormuz dalam jangka panjang sebagai jalur pelayaran global utama.

KTT yang berlangsung di Evian-les-Bains itu akan menguji apakah G7 dapat menghadirkan fron persatuan dalam beberapa isu, seperti ketegangan di Timur Tengah, Ukraina, dan keamanan ekonomi, di tengah perpecahan antara AS dan sekutunya di Eropa.

Pada jamuan makan malam itu, Takaichi juga menyerukan denuklirisasi secara penuh di Korea Utara, sekaligus berterima kasih kepada mitra G7 atas dukungan mereka terhadap penyelesaian masalah warga negara Jepang yang diculik oleh Pyongyang pada 1970-an dan 1980-an.

Takaichi juga menguraikan pandangan Jepang tentang situasi keamanan di Indo-Pasifik dan tantangan regional terkait Tiongkok dan para pemimpin G7 sepakat untuk berkoordinasi erat dalam isuisu ini, menurut pernyataan Kemlu Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Logistik Hijau Dinilai Kunci Menangkan Persaingan Industri
    Preview komentar:
    Inisiatif mulia dari Kementerian Kehutanan terkait optimalisasi rute ...
  • ESDM: Efisiensi Energi Bisa Pangkas 37 Persen Emisi Sektor Energi, Industri Makin Untung
    Preview komentar:
    Langkah proaktif pemerintah melalui program percontohan SETI ini ...
  • Fenomena Langit Agustus 2026: Gerhana Matahari Total, Hujan Meteor, Blood Moon hingga 6 Planet Sejajar
    Preview komentar:
    Membaca rangkuman fenomena langit Agustus 2026 di artikel ...

Akses Wisata Bromo Ditutup Total

1.5 jam yang lalu | Ones

Nasional
Akses Wisata Bromo Ditutup ...
Luar Negeri
Trump Kembali Berupaya Peca...
Nasional
Layanan Pasien BPJS Harus B...
Luar Negeri
Krisis Migran Picu Spanyol-...
Nasional
Pembangunan Berkelanjutan B...
Luar Negeri
Arab Saudi-Turki-Pakistan T...
Luar Negeri
Nagasaki Tak Inginkan Terja...
Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

Kabar Gembira, Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Bromo Masih Aman Dikunjungi Wisatawan

10 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.