Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Wakajati Jateng Waito Wongateleng Lantik Kajari dan Asisten, Tekankan Integritas dan Profesionalitas

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 16:30 WIB | Oleh:
Wakajati Jateng Waito Wongateleng Lantik Kajari dan Asisten, Tekankan Integritas dan Profesionalitas Doc: koranjakarta/henri pelupessy
Ket. Wakajati Jateng Waito Wongateleng, SH, MH saat pelantikan dan pengambilan sumpah sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Kamis (13/8).

SEMARANG – Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) Jawa Tengah (Jateng) Waito Wongateleng, SH, MH meminta seluruh pejabat yang baru dilantik, khususnya para Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari), menjalankan amanah jabatan dengan penuh integritas, profesionalitas dan tanggung jawab.

Pesan tersebut disampaikan Waito Wongateleng dalam sambutannya, usai pelantikan dan pengambilan sumpah sejumlah pejabat di lingkungan Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, di Kantor Kejati Jateng, Kota Semarang, Kamis (13/8).

Waito menegaskan, jabatan bukan sekadar kehormatan, melainkan kepercayaan dan amanah dari negara serta masyarakat yang harus dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, para pejabat yang dilantik telah dipilih pimpinan karena dinilai memiliki kompetensi dan kualitas yang dibutuhkan untuk menggerakkan serta mengoptimalkan kinerja satuan kerja masing-masing.

Khusus kepada para Kajari, Waito meminta agar lebih berani menangani perkara korupsi strategis secara profesional dan bertanggung jawab. Terutama perkara yang berkaitan langsung dengan hajat hidup masyarakat serta berdampak terhadap keuangan negara.

“Pemerataan penanganan korupsi jangan hanya terpusat di level Kejati. Para Kajari harus berani menangani perkara strategis di wilayahnya masing-masing secara profesional dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Selain itu, Waito meminta para Kajari segera beradaptasi dengan kondisi daerah masing-masing. Setiap dinamika dan persoalan yang berkembang harus mampu diidentifikasi secara cepat, tepat dan proporsional.

Ia juga menekankan pentingnya pola penegakan hukum yang tidak menimbulkan kegaduhan. “Lakukan penegakan hukum secara senyap, tenang dan terukur tanpa menimbulkan kegaduhan yang kontraproduktif,” katanya.

Menurut Waito, sinergitas dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) juga harus terus dibangun untuk menjaga stabilitas wilayah. Namun, sinergi tersebut tetap harus dilakukan dengan menjaga independensi dan marwah institusi Kejaksaan.

Dalam kesempatan tersebut, piahknya juga mengajak seluruh jajaran Kejati Jawa Tengah memperkuat soliditas internal sebagai fondasi membangun institusi yang kuat, profesional dan berintegritas.

Ia meminta seluruh jajaran mengedepankan komunikasi yang baik, saling menghormati dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Sebaliknya, sikap saling menjatuhkan maupun menyebarkan informasi yang dapat merusak keharmonisan harus dihindari.

“Jaga keteladanan integritas diri dan keluarga melalui pola hidup sederhana, tegas dan bertanggung jawab,” pesannya.

Waito juga mendorong peningkatan transparansi publik, khususnya di bidang Intelijen, melalui publikasi capaian kinerja secara aktif dan berkala.

Di sisi pengawasan, ia meminta pengawasan internal diperketat dan memastikan tidak ada ruang bagi pegawai untuk menyalahgunakan kewenangan. Setiap indikasi pelanggaran harus ditindak secara tegas dan berjenjang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Rona
Lucasfilm Memilih Sutradara...
Luar Negeri
Peringatan dari Para Tokoh ...

Swasembada Susu Masih Terbentur Impor

24 menit yang lalu | Lukman

Ekonomi
Swasembada Susu Masih Terbe...
Ekonomi
KIH Perkuat Daya Saing Prod...

Pemkot Surabaya Siapkan Perwali untuk Lindungi Hak Mbak-mbak PRT

24 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Daerah
Pemkot Surabaya Siapkan Per...
Daerah
8 Accu Stasiun Pemantau Ana...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.