Setelah AGI, Dunia Harus Siap Hadapi Era AI Super yang Lebih Cerdas dari Manusia
📅 Kamis, 25 Jun 2026, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SLONDON - Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) memasuki babak baru. Jika dalam beberapa tahun lalu Artificial General Intelligence (AGI) atau AI setara kemampuan manusia masih dianggap sebagai konsep futuristis, kini banyak organisasi teknologi terbesar dunia menjadikannya sebagai target nyata yang diyakini dapat dicapai dalam dekade mendatang.
Dikutip dari Google DeepMind, namun, sebuah laporan terbaru menunjukkan bahwa AGI bukanlah tujuan akhir. Para peneliti justru mulai memusatkan perhatian pada tahap berikutnya, yakni Artificial Superintelligence (ASI), sebuah sistem kecerdasan buatan yang diperkirakan memiliki kemampuan kognitif melampaui organisasi manusia dalam skala besar.
Laporan tim peneliti di Google DeepMind berjudul "From AGI to ASI" tersebut mengulas bagaimana AI dapat terus berkembang setelah mencapai tingkat AGI. Dalam skenario pasca-AGI, kecerdasan mesin diperkirakan bergerak menuju sebuah kontinum yang lebih luas, dengan titik akhir teoritis berupa AI Universal.
Untuk mencapai ASI, para peneliti dalam makalahnya mengidentifikasi empat jalur utama yang berpotensi mempercepat evolusi AI. Pertama, peningkatan skala AGI melalui penambahan daya komputasi dan data. Kedua, munculnya paradigma baru dalam pengembangan AI yang mampu menghasilkan lompatan kemampuan secara signifikan. Ketiga, peningkatan rekursif, yaitu ketika AI mampu membantu menciptakan versi AI yang lebih cerdas. Keempat, kemunculan ASI dari kolaborasi kolektif jutaan agen AI yang bekerja secara bersamaan.
Meski demikian, perjalanan menuju ASI tidak sepenuhnya mulus. Berbagai hambatan teknis, ekonomi, hingga sosial diperkirakan akan menjadi faktor yang dapat memperlambat atau bahkan mengubah arah perkembangan teknologi tersebut. Besarnya pengaruh hambatan-hambatan ini masih menjadi pertanyaan terbuka yang memerlukan penelitian lebih lanjut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Laporan itu juga menyoroti tingginya ketidakpastian dalam memprediksi kecepatan kemajuan AI. Tidak tertutup kemungkinan perkembangan AI akan terus mengalami percepatan dalam beberapa tahun ke depan. Jika hal itu terjadi, perubahan yang dihadirkan AI mungkin tidak datang dalam satu lompatan besar saat AGI tercapai, melainkan melalui serangkaian transformasi bertahap yang didorong oleh berbagai terobosan di bidang sains dan teknologi.
Karena itu, para peneliti menilai dunia perlu mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan perubahan sosial berskala besar yang dipicu oleh kemajuan AI. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi lintas disiplin ilmu serta keterlibatan global agar manfaat teknologi dapat dimaksimalkan sekaligus mengantisipasi berbagai risikonya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!