Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Aparat Gabungan Razia Rumah Penampungan Imigran di Pekanbaru

📅 Kamis, 13 Agu 2026, 16:20 WIB | Oleh:
Aparat Gabungan Razia Rumah Penampungan Imigran di Pekanbaru Doc: ANTARA/Bayu Agustari Adha
Ket. Suasana pengungsi Rohingya yang menempati lahan penampungan yang masih beratapkan triplek dan terpal di Pekanbaru, Rabu (12/8) malam.

PEKANBARU -- Aparat gabungan yang dikoordinir Kantor Wilayah Direktorat Jendral Imigrasi Riau melakukan razia dan pengawasan ke sejumlah community house (CH) atau rumah penampungan imigran di Kota Pekanbaru.

Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Riau Agung Prianto mengatakan operasi gabungan ini pertama kali dilakukan di Pekanbaru digagas oleh Kepala Rumah Detensi Imigrasi Pekanbaru sebagai tindak lanjut dibentuknya Forum Komunikasi Penanganan Detainee dan Pengungsi (Forkopdensi).

"Operasi ini akan dilakukan secara rutin untuk mewujudkan Kota Pekanbaru yang lebih nyaman dan aman salah satunya agar pelanggaran pengungsi dapat ditekan sehingga masyarakat aman tidak terganggu dengan pengungsi dari luar negeri," katanya di Pekanbaru, Rabu malam.

Dalam razia tersebut, kata dia, aparat gabungan yang meliputi unsur TNI, Polri, Basarnas, Pemerintah Kota Pekanbaru mulai dari Kesatuan Bangsa Politik, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Pendidikan, hingga Dinas Pemadaman Kebakaran itu mendatangi empat CH di Kota Pekanbaru

Dalam razia itu CH yang pertama yang didatangi adalah Wisma Orchid yang berisi 100 lebih pengungsi asal Afganistan dan Palestina. Aparat mendata para pengungsi yang menguasai kendaraan roda empat dan roda dua.

"Sekarang banyak yang berkendara dan dipastikan tidak punya surat izin mengemudi. Ini kita imbau kalau berkendara roda dua harus pakai helm. Kalau tindakan kriminal lain belum ada" ujarnya.

Selain itu juga ditemukan pengungsi di CH tersebut yang berjualan. Satpol PP Pekanbaru dalam kegiatan itu turut memberikan pengarahan seperti tidak berjualan di atas trotoar.

Pada lokasi kedua di Siak Resor ditemui belasan pengungsi dari Sudan, beberapa dari Afganistan dan satu dari Pakistan. Di sini juga diberikan arahan agar tidak berkendara dan patuh terhadap waktu keluar masuk.

Selanjutnya di CH Asqiya di Simpang Tiga yang juga dihuni ratusan pengungsi dari Afganistan. Di sini khusus bagi yang masih lajang diminta untuk lebih menjaga kebersihan.

Terakhir aparat mendatangi tempat penampungan pengungsi paling banyak yakni dari etnis Rohingya sebanyak 570 orang. Lokasinya dekat dengan Rudenim Pekanbaru dan hanya disediakan tanah oleh International Organization for Migration.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Ekonomi
BI-Pemerintah Kompak Benahi...
Luar Negeri
Flightradar24: Sanksi AS Pa...
Advertisement
Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

Sangat Langka! Flora Jenis Baru Ditemukan di Lereng Semeru, Cuma Ada 12 Batang di Dunia

30 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.