Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kemenkes Ungkap Ratusan Ribu Anak Alami Gangguan Kesehatan Jiwa

📅 Selasa, 10 Mar 2026, 15:30 WIB | Oleh:
Kemenkes Ungkap Ratusan Ribu Anak Alami Gangguan Kesehatan Jiwa Doc: RRI/Aditya Prabowo
Ket. Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (tengah)

JAKARTA - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mencatat lebih dari 700 ribu anak di Indonesia terdeteksi mengalami gejala gangguan kesehatan mental. Temuan tersebut diperoleh dari skrining awal program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyebut data tersebut berasal dari skrining kesehatan terhadap sekitar tujuh juta anak. Pemeriksaan itu merupakan bagian dari target nasional yang menyasar sekitar 25 juta anak di seluruh Indonesia.

“Jadi kita skrining tahun pertama sekitar tujuh juta anak. Angkanya hampir 10 persen terdeteksi mengalami gejala gangguan kesehatan mental,” kata Budi dalam konferensi pers di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin (9/3).

“Sekitar 338 ribu anak atau 4,4 persen mengalami gejala kecemasan (anxiety disorder). Sementara 363 ribu anak atau sekitar 4,8 persen menunjukkan gejala depresi,” ucap Menkes Budi.

Menurut dia, gangguan kesehatan mental pada anak memiliki berbagai jenis dengan gejala dan tingkat keparahan berbeda. Namun, ia menilai kecemasan dan depresi menjadi yang paling banyak ditemukan dalam hasil skrining awal tersebut.

Sebaiknya Anda baca juga:

“Gangguan mental itu banyak jenisnya. Tetapi yang paling umum ditemukan dari skrining ini adalah kecemasan dan depresi,” kata dia.

Ia menilai temuan tersebut menunjukkan masalah kesehatan mental anak cukup besar, namun selama ini belum terdeteksi luas. Selain itu, Kemenkes mencatat peningkatan tren remaja yang memiliki pikiran maupun percobaan bunuh diri berdasarkan survei kesehatan global pelajar.

“Ini menunjukkan bahwa masalah kesehatan jiwa pada anak sebenarnya besar, hanya saja selama ini belum banyak terdeteksi. Yang berpikir untuk bunuh diri naik dari 5,4 persen menjadi 8,5 persen dan yang mencoba meningkat dari 3,9 persen menjadi 10,7 persen,” kata Budi.

Sementara, Direktur Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kemenkes, Maria Endang Sumiwi, menegaskan penanganan masalah kesehatan jiwa memerlukan kolaborasi lintas sektor. Menurut dia, upaya tersebut tidak dapat ditangani oleh Kementerian Kesehatan saja.

“Data-data yang ada sebenarnya sudah cukup banyak dan cukup detail untuk melakukan aksi bersama. Dan memang aksi ini tidak bisa hanya dari Kemenkes sendiri,” kata Maria Endang Sumiwi. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Impor Pelumas RI Tembus Ribuan Ton, Menperin Resmikan Pabrik Raksasa Shell, Libatkan 50 Vendor Lokal
    Kehadiran fasilitas produksi berkapasitas 12.000 ton per tahun ...
  • Pameran Fi Asia Indonesia 2026 Perluas Akses Industri terhadap Teknologi Pangan Global
    Ulasan yang sangat mencerahkan terutama pada pandangan Dr. ...
  • Wali Kota: Pemkot Bandung Dorong Industri Sepatu Perluas Pasar Ekspor
    Langkah strategis Pemkot Bandung menyoroti urgensi Surat Keterangan ...
  • UU Reforma Agraria Ditantang Bereskan Akar Konflik Tanah
    Orang kepercayaan Menterinya aja kena OTT KPK ...
  • Menekraf: Aplikasi Digital Kini Jadi Denyut Nadi Aktivitas Masyarakat, Jadi Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
    Membaca pemaparan komprehensif ini membuat saya semakin optimis ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Daerah
Seekor Gajah Jinak Mati di ...
Daerah
BMKG: Sebanyak 42 Gempa Bum...
Megapolitan
Kekeringan Ancam Sawah Selu...
Advertisement
Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

Kecelakaan KM Virgo Jadi Perhatian Internasional, Hong Kong dan AS Bantu Operasi “Salvage”

17 Sep 2026
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.