Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BRIN dan Sejumlah Kampus Temukan Spesies Baru Tumbuhan Aroid Endemik Indonesia

📅 Senin, 09 Mar 2026, 19:51 WIB | Oleh:
BRIN dan Sejumlah Kampus Temukan Spesies Baru Tumbuhan Aroid Endemik Indonesia Doc: Antara Foto
Ket. Spesies baru tumbuhan lidah kucing endemik Indonesia, Homalomena lingua-felis yang berhasil ditemukan oleh peneliti dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama ITB, Universitas Sebelas Maret (UNS), IPB University, Universitas Lampung, Yayasan Botani Tropika Indonesia, dan Jungle Farm Nursery.

Tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) bersama ITB, Universitas Sebelas Maret (UNS), IPB University, Universitas Lampung, Botani Tropika Indonesia, dan Jungle Farm Nursery menemukan spesies baru tumbuhan aroid endemik Indonesia, yaitu Homalomena lingua-felis.

Dalam publikasinya, para peneliti melaporkan Homalomena lingua-felis merupakan spesies yang memiliki kemiripan dengan Homalomena pexa, namun menunjukkan perbedaan morfologi dan genetik yang jelas. Spesies ini diketahui memiliki sebaran terbatas di wilayah Tapanuli dan bersifat endemik Sumatera Utara

"Nama lingua-felis berasal dari bahasa Latin lingua dan feles yang berarti lidah dan kucing, merujuk pada tekstur unik permukaan daunnya," kata Peneliti Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN, Muhammad Rifqi Hariri dalam keterangan di Jakarta, Senin.

Rifqi mengatakan spesies ini memiliki karakter morfologi yang khas, terutama pada permukaan daun bagian atas yang dipenuhi rambut lebat dengan tekstur menyerupai lidah kucing.

Selain tekstur daun, lanjut dia, perbedaan juga terlihat pada tangkai daun yang lebih pendek, permukaan bawah daun dan tangkai yang berbintil, serta struktur bunga jantan berbentuk kerucut.

"Karakter morfologi tersebut menjadi dasar utama dalam penetapan spesies ini sebagai spesies baru bagi ilmu pengetahuan," ujarnya.

Rifqi menjelaskan penelitian dilakukan melalui ekspedisi lapangan di wilayah Batang Toru, Tapanuli, Sumatera Utara pada Januari 2024, serta kajian morfologi dan analisis molekuler di laboratorium dan herbarium.

Penelitian ini, lanjut dia, dilakukan melalui pengumpulan sampel di habitat alami berupa dinding batu di sekitar air terjun pada ketinggian rendah. Spesimen yang dikoleksi kemudian diamati secara detail dan dibandingkan dengan koleksi herbarium.

Untuk memperkuat hasil identifikasi, tim juga melakukan analisis DNA berbasis sekuens ITS guna memastikan posisi kekerabatan spesies ini dalam kelompok Homalomena.

Berdasarkan kajian awal menggunakan kriteria International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini diusulkan berstatus rentan (vulnerable). Hal ini karena spesies tersebut memiliki sebaran yang sangat terbatas dengan luas area hunian yang sempit serta menghadapi ancaman kebakaran hutan dan pengambilan ilegal akibat nilai estetikanya sebagai tanaman hias.

Penemuan ini menambah data keanekaragaman flora Indonesia, khususnya kelompok Araceae, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat keanekaragaman hayati dunia.

Hasil penelitian ini telah dipublikasikan dalam jurnal Internasional PhytoKeys Volume 271, halaman 161–172, dengan judul A new densely-haired aroid species of Homalomena (Araceae) from North Sumatra, Indonesia. Artikel ilmiah tersebut dapat diakses melalui tautan: https://doi.org/10.3897/phytokeys.271.172410.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
kai-expo-detail-sidebar
Daerah
Keracunan 448 Bukan Angka K...
Luar Negeri
Iran Bakal Makin Terkucil, ...
Megapolitan
Integritas Tata Kelola Pemk...

Rupiah Masih Rawan - 2 September 2026

3 jam lalu | Rizal Azhari

Ekonomi
Rupiah Masih Rawan - 2 Sept...
Advertisement
Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

Minta Laporan Penanggulangan Karhutla, Presiden Prabowo Panggil Panglima-Kapolri

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.