Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Perum Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo Catat Penyaluran Beras SPHP Capai 73 Persen

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 09:48 WIB | Oleh: Tim Penulis
Perum Bulog Sulawesi Utara dan Gorontalo Catat Penyaluran Beras SPHP Capai 73 Persen Doc: ANTARA
Ket. Kepala Perum Bulog Divre Sulutgo Ermin Tora, di Manado.

MANADO – Penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) telah mencapai 73 persen di akhir bulan Agustus 2026.

"Beras SPHP yang telah tersalur sebanyak 9.450 ton atau 73 persen dari rencana salur 13.019 ton," kata Kepala Perum Bulog Divre Sulutgo Ermin Tora, di Manado, Rabu (02/9).

Dia mengatakan beras SPHP ini disalurkan di sejumlah pedagang di pasar rakyat dan pasar tradisional di Sulut ritel modern, kios pangan, Gerakan Pangan Murah (GPM), serta jaringan Rumah Pangan Kita (RPK) untuk menjaga keterjangkauan harga di masyarakat.

"Kami menyalurkan secara konsisten, sehingga masyarakat yang hendak mencari beras SPHP selalu ada di sentra perdagangan Kota Manado dan sekitarnya," katanya.

Beras SPHP dijual seharga Rp12.500 per kilogram atau Rp62.500 per kemasan 5 kg atau sesuai ketentuan zonasi harga eceran tertinggi (HET) setempat, dengan pengawasan ketat agar tidak dijual di atas HET.

Ermin mengatakan Bulog bersama instansi terkait aktif mengawasi penyaluran di tingkat pedagang. Penyalur yang menjual di atas HET atau melakukan pelanggaran dapat dikenai sanksi pencabutan izin usaha.

"Para pedagang jangan menjual di atas harga HET, karena akan dikenakan sanksi, karena beras SPHP disalurkan oleh pemerintah untuk memberi keringanan kepada masyarakat mendapatkan bahan pangan," katanya.

DIa berharap, dengan disalurkan beras SPHP secara intens, maka tidak akan meningkatkan harga beras di pasar, karena dampaknya ke inflasi.

Stok beras Perum Bulog Divisi Regional Sulut-Go aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2026.

Ermin mengatakan selain beras yang telah ada di Gudang Bulog sebanyak 12.000 ton, juga ada beras yang masih dalam proses pengiriman sekitar 7.500 ton sehingga total stok beras yang akan dikuasai 19.500 ton.

"Masyarakat tidak perlu khawatir karena stok beras Bulog mampu memenuhi kebutuhan pangan hingga akhir tahun 2026," kata Ermin.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Daerah
Tumpukan Sampah di Gowa Mak...
Olahraga
Indonesia Lolos ke Semifina...
Ekonomi
Bea Cukai Sita Barang Impor...
Advertisement
Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

Puncak Peringatan HUT Ke-81 TNI di Monas Dibatalkan

22 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.