Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Keracunan 448 Bukan Angka Kecil, Masih Mau Dilanjut?

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 09:35 WIB | Oleh:
Keracunan 448 Bukan Angka Kecil, Masih Mau Dilanjut? Doc: ist
Ket. keracunan massal terus terulang

JAKARTA – Jumlah keracunan sekali tempo mencapai 448 jelas-jelas sebuah tragedy. Pertanyaannya, masih mau dilanjutkan MBG? Saatnya moratorium MBG. Benahi total dulu kalua mau melanjutkan. Kalau terjadi seperti ini siapa yang bertanggung jawab? Harus ada yang dihukum!

Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa saat ini seluruh pihak memprioritaskan penanganan korban dugaan keracunan di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Sidoarjo, Selasa.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak usai mengunjungi korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo pada Rabu dini hari, menyatakan saat ini seluruh pasien tertangani dengan baik oleh rumah sakit dan tenaga medis.

"Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien," kata Emil.

Emil menjelaskan hingga Rabu pukul 00.30 WIB sejumlah pasien telah diperbolehkan pulang setelah kondisinya dinyatakan membaik oleh tim medis, sementara rumah sakit tetap bersiaga penuh dalam menangani kejadian tersebut.

Selain itu, Emil menuturkan bahwa kejadian serupa pada hari yang sama juga tercatat di beberapa lokasi lain.

"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain yang mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, pada Selasa (1/9)," katanya.

Ia memastikan operasional SPPG Kali Tengah dihentikan sementara oleh pemerintah, sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dan evaluasi lebih lanjut atas penyebab kejadian tersebut.

"Pemerintah daerah juga akan melakukan pemantauan terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat, untuk memastikan tidak ada siswa atau santri yang mengalami gejala tetapi belum mendapatkan penanganan medis," kata Emil.

Emil turut memastikan penanganan medis seluruh korban terdampak kejadian tersebut, baik di rumah sakit milik pemerintah maupun swasta ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina menyebutkan hingga Rabu (2/9) pukul 00.45, korban dugaan keracunan dari pihak Ponpes Manba'ul Hikam Sidoarjo berjumlah 424 santri, sementara 24 orang lainnya merupakan korban dugaan kejadian yang sama dari pihak di luar ponpes.

Dari jumlah tersebut, Lakhsmie menyebut 173 di antaranya telah diperbolehkan pulang usai mendapatkan penanganan medis.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Megapolitan
Warga Bekasi Akan Dihibur B...
Luar Negeri
Serangan Houthi Meningkat, ...

Kesialan Persebaya atau Dewi Fortuna bagi PSM?

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Kesialan Persebaya atau Dew...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.