Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, Warga Diminta Hindari Aktivitas Luar.

📅 Rabu, 02 Sep 2026, 08:18 WIB | Oleh:
Kualitas Udara Jakarta Tidak Sehat bagi Kelompok Sensitif, Warga Diminta Hindari Aktivitas Luar. Doc: Koran Jakarta/M.Fachri
Ket. Kualitas udara Jakarta pada Rabu tercatat berada pada urutan kesembilan terburuk di Indonesia.

Kualitas udara Kota Jakarta tercatat tidak sehat bagi kelompok sensitif sehingga mereka disarankan menghindari aktivitas di luar rumah, demikian menurut laman IQAir pada Rabu pagi, dengan pembaruan pada pukul 06.00 WIB.

IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 127 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 46,3 mikrogram per meter kubik atau 9,3 kali lebih tinggi nilai panduan kualitas udara tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

PM 2,5 merupakan partikel berukuran lebih lebih kecil 2,5 mikron (mikrometer) yang ditemukan di udara termasuk debu, asap dan jelaga.

Paparan partikel ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan kematian dini, terutama pada orang yang memiliki penyakit jantung atau paru-paru kronis.

Rekomendasi kesehatan terkait kualitas udara saat ini yakni menghindari beraktivitas di luar ruangan, mengenakan masker, menutup jendela untuk menghindari udara luar yang kotor, dan menyalakan penyaring udara.

Kualitas udara Jakarta pada Rabu tercatat berada pada urutan kesembilan terburuk di Indonesia, setelah Pontianak dengan poin 765, Palembang (192), Bandung (165), Palangkaraya (163), Pekanbaru (156), Surabaya (156), Serpong (153), dan Tangerang Selatan (147).

Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melalui Dinas Kesehatan mengingatkan masyarakat mencukupi kebutuhan air minum agar tak dehidrasi, memeriksa kualitas udara sebelum beraktivitas, dan melindungi kelompok rentan saat udara tak baik.

Kemudian, segera periksa ke fasilitas kesehatan bila mengalami batuk berkepanjangan, sesak napas, nyeri dada, dan mata atau tenggorokan terasa perih.

Di sisi lain, Pemprov DKI menyatakan pelaksanaan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD) di Jalan H.R Rasuna Said dan kawasan Sudirman-Thamrin terbukti membantu mengurangi emisi kendaraan bermotor sekaligus menurunkan polusi udara di Jakarta.

Penurunan ini diduga dipengaruhi oleh berkurangnya aktivitas lalu lintas kendaraan di kawasan pusat kota selama kegiatan berlangsung.

Adapun sektor transportasi diketahui masih menjadi salah satu penyumbang utama pencemaran udara di Jakarta.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta terus mendorong pengurangan penggunaan kendaraan pribadi melalui berbagai kebijakan, termasuk pelaksanaan HBKB.

Selain menyediakan ruang publik yang lebih sehat dan nyaman bagi masyarakat, pelaksanaan HBKB juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya menjaga kualitas udara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

Tak Mau Ketinggalan, Warga Yunani Juga Berunjuk Rasa Beratnya Beban Hidup

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.