Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

AAJI Catat Kinerja Positif Semester I 2026, Premi Asuransi Jiwa Capai Rp58,06 Triliun

📅 Selasa, 01 Sep 2026, 15:50 WIB | Oleh:
AAJI Catat Kinerja Positif Semester I 2026, Premi Asuransi Jiwa Capai Rp58,06 Triliun Doc: AAJI
Ket. Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kinerja positif industri asuransi jiwa pada periode Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan laporan 56 perusahaan asuransi jiwa, pendapatan premi secara weighted mencapai Rp58,06 triliun, sementara premi bisnis baru tumbuh 11,5 persen secara year-on-year menjadi Rp21,06 triliun.

JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatat kinerja positif industri asuransi jiwa pada periode Januari hingga Juni 2026. Berdasarkan laporan 56 perusahaan asuransi jiwa, pendapatan premi secara weighted mencapai Rp58,06 triliun, sementara premi bisnis baru tumbuh 11,5 persen secara year-on-year menjadi Rp21,06 triliun.

Pada periode yang sama, industri asuransi jiwa membayarkan total klaim dan manfaat sebesar Rp75,57 triliun kepada 5,01 juta penerima. Capaian tersebut menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap perlindungan asuransi jiwa masih terjaga sekaligus mencerminkan kepercayaan terhadap industri.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Albertus Wiroyo mengatakan kinerja semester I 2026 memperlihatkan fundamental industri asuransi jiwa masih cukup kuat. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi modal bagi industri untuk terus menjalankan fungsi perlindungan bagi masyarakat di tengah dinamika ekonomi dan pasar keuangan.

“Pencapaian kinerja semester I 2026 menunjukkan industri asuransi jiwa memiliki fundamental yang kuat untuk terus menjalankan perannya dalam memberikan perlindungan kepada keluarga Indonesia,” ujar Albertus.

Secara unweighted, pendapatan premi tercatat meningkat 8,2 persen menjadi Rp94,75 triliun. Pertumbuhan tersebut berasal dari berbagai jenis produk, dengan premi produk tradisional naik 6,9 persen menjadi Rp59,03 triliun, sedangkan produk unit link tumbuh 10,3 persen menjadi Rp35,73 triliun.

Pertumbuhan juga terlihat pada premi bisnis baru. Secara weighted, premi bisnis baru meningkat 11,5 persen menjadi Rp21,06 triliun, sementara secara unweighted tumbuh 20,5 persen menjadi Rp57,75 triliun.

Premi bisnis baru dari produk tradisional tercatat meningkat 14,2 persen menjadi Rp37,97 triliun. Sementara itu, premi bisnis baru unit link mengalami pertumbuhan lebih tinggi sebesar 34,5 persen menjadi Rp19,78 triliun.

Dari sisi pembayaran premi, premi tunggal menjadi salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan pendapatan. Nilainya meningkat 26,3 persen menjadi Rp40,76 triliun, sedangkan unit usaha konvensional masih mendominasi dengan pendapatan premi Rp85,18 triliun atau tumbuh 12,7 persen.

Berdasarkan kepemilikan, segmen perorangan masih menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan premi Rp75,12 triliun atau tumbuh 7,4 persen. Sementara itu, segmen kumpulan mencatat pertumbuhan lebih tinggi sebesar 11 persen menjadi Rp19,63 triliun.

Dari sisi distribusi, bancassurance masih menjadi kanal terbesar dengan pendapatan premi Rp41,58 triliun atau tumbuh 17,9 persen. Kanal keagenan juga mengalami penguatan sebesar 3,1 persen menjadi Rp28,67 triliun.

Pertumbuhan kinerja industri turut terlihat dari jumlah polis yang dimiliki masyarakat. Hingga semester I 2026, jumlah polis asuransi jiwa mencapai 22,44 juta unit atau meningkat 7,7 persen, terdiri atas sekitar 22,06 juta polis perorangan dan 384 ribu polis kumpulan.

Jumlah tertanggung juga tumbuh signifikan hingga mencapai 153,58 juta orang atau meningkat 24,8 persen. Pertumbuhan terutama berasal dari segmen kumpulan yang jumlah tertanggungnya naik 28,5 persen menjadi 131,20 juta orang.

Selain jumlah tertanggung, nilai perlindungan yang diberikan industri juga mengalami peningkatan. Total uang pertanggungan mencapai Rp8,02 ribu triliun atau tumbuh 10,1 persen, dengan segmen kumpulan berkontribusi melalui pertumbuhan sebesar 17,9 persen menjadi Rp5,44 ribu triliun.

Seiring bertambahnya jumlah tertanggung, industri asuransi jiwa juga terus memenuhi kewajibannya melalui pembayaran klaim dan manfaat. Total pembayaran klaim dan manfaat mencapai Rp75,57 triliun atau tumbuh 4,3 persen, sedangkan jumlah penerima manfaat meningkat dari 4,82 juta menjadi 5,01 juta orang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
  • Kemenperin Pacu Industri Halal Tembus Pasar Global Lewat Halal Indo 2026
    Langkah mendorong penyerapan 60 persen vendor lokal di ...
  • Bukan Sekadar Ekspor, Industri Pangan Indonesia Kejar Posisi di Rantai Nilai Global
    Ulasan yang sangat komprehensif mengenai posisi manufaktur Indonesia ...
  • Industri Besar di Kaltim Didorong Wajib Serap 60 Persen Vendor dan UMKM Lokal.
    Langkah Komisi VII DPR RI dalam mendorong regulasi ...
Advertisement
Art Jakarta Detail Sidebar
Advertisement
Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

Kemdiktisaintek Mulai Hitung Biaya Pendidikan Gratis hingga PTN

23 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.