Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bahrain, Mutiara Kecil di Teluk Persia

📅 Senin, 02 Mar 2026, 22:57 WIB | Oleh:

Bahrain dalam hal ini mengambil posisi unik. Sejak tahun 1928, Bahrain melarang impor dan penjualan mutiara budidaya. Semua mutiara yang diperdagangkan di dalam negeri harus 100 persen alami.

Kemudian, di garis depan kebangkitan industri ini berdiri Bahrain Institute for Pearls and Gemstones (Danat). Lembaga ini menjadi pusat riset dan laboratorium pengujian mutiara alami.

Dengan teknologi sinar-X dan perangkat canggihnya, Danat memastikan sebuah mutiara benar-benar terbentuk alami di laut, bukan hasil budidaya. Sertifikat dari lembaga ini menjadi jaminan prestisius sekaligus nilai tambah.

Di samping itu, pemerintah turut menghidupkan kembali profesi penyelam melalui sistem lisensi resmi. Mereka menggunakan peralatan modern seperti Scuba, berbeda dengan leluhur mereka yang hanya mengandalkan napas dan penjepit hidung.

Bagaimanapun juga zaman terus berubah. Kapal dhow kayu tergantikan oleh speedboat. Napas alami digantikan tabung oksigen. Mutiara dipindai sinar-X sebelum dipasarkan sebagai aset investasi.

Namun di jalanan Muharraq, ketika Abbas bercerita tentang betapa heroik kakeknya menyelam dengan dada sesak demi beberapa keping dinar, satu hal tetap sama, yakni kebanggaan seorang ghawwās.

Sebab bagi Bahrain, mutiara bukan sekadar komoditas, Ia adalah warisan panjang tentang laut yang pernah menopang kemajuan sebuah kerajaan kecil di perairan Teluk Persia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Daerah
Perum Bulog Belitung Pastik...
Daerah
Pemkab Pasaman Barat Minta ...

Tangerang Bergetar Dengar Konser Symphony of Giving

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.